Edisi 06-12-2018
Eks Kalapas Sukamiskin Terima Suap dari 3 Napi


JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Wahid Husen se laku kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 1 Suka miskin Bandung menerima suap berupa uang, barang, dan fasilitas dari tiga narapidana perkara korupsi.

Perbuatan pidana tersebut tertuang dalam surat dakwaan nomor: 116/TUT.01.04/24/ 11/ 2018 atas nama Wahid Husen. JPU Kresno Anto Wibowo menyatakan, Wahid Husen melakukan perbuatan pidana kurun Maret hingga Juli 2018 berupapenerimaansuapdaritiga narapidana (terpidana) perkara korupsi yang ditangani KPK sebelumnya dan menjadi warga binaan Lapas Sukamiskin. Pertama, dari terpidana pe - milik dan pengendali PT Meria Esa dan PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Dar ma - wansyah alias Emi (divonis 2 ta - hun 8 bulan) berupa satu mobil jenis double cabin 4x4 merek Mitsubishi Triton, sepasang sepatubotyangdibelidariChina, sepasang sandal merek Kenzo, satu tas clutch bag merek Louis Vuitton, dan uang Rp39,5 juta.

Tas Louis Vuitton diperuntukkan sebagai hadiah ulang tahun Direktur Jenderal Pe - ma syarakatan (Dirjenpas) Kemen terian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami. Dalam proses pemberian suap berupa mobil, Fahmi di - bantu oleh istrinya, Inneke Koesherawati. Sementara itu, Ike Rachmawaty (adik Inneke) berperan menyerahkan mobil ke rumah Wahid. Kedua, dari terpidana 5 tahunpenjaraKomisarisUtama PT Bali Pasific Pragama (BPP) TubagusChaeriWardanaChasan alias Wawan berupa uang Rp63,39 juta dalam 10 tahap. Ketiga,dari terpidana 13 tahun mantan Bupati Bang kalan dan mantan Ketua DPRD Kabu - paten Bangkalan Fuad Amin Imron berupa uang Rp71 juta, fasilitas dipinjamkan Toyota Innova, dan pem bayaran meng - inap di Hotel Ciputra Surabaya selama dua malam.

“Sejumlah hadiah tersebut diberikan karena terdakwa (Wahid Husen) telah mem per - bolehkan ataupun mem biar - kan Fahmi Darmawansyah, Tuba gus Chaeri Wardhana alias Wawan, dan Fuad Amin Imron sebagai warga binaan (nara - pidana) Lapas Sukamiskin men d apat kan berbagai fasi - litas istimewa di dalam lapas, termasuk penyalahgunaan dalam pem beri an izin keluar lapas yang ber tentangan de - ngan kewajiban Wahid Husen selaku kalapas,” tand as JPU Kresno saat mem bacakan surat dakwaan. JPU Irman Yudiandri mem - beberkan, Wahid memberikan kepercayaan kepada Fahmi untuk berbisnis mengelola ke - butuhan para warga binaan di Lapas Sukamiskin, misalnya jasa merenovasi kamar sel dan jasa pembuatan saung.

“Serta (Fahmi) membangun ruangan berukuran 2x3 meter persegi yang dilengkapi dengan tempat tidur untuk keperluan melakukan hubungan badan suami-istri, baik itu diper guna - kan Fahmi Darmawansyah saat dikunjungi istrinya maupun disewakan ke warga binaan lain dengantarifsebesarRp650.000,” papar Irman.

Sabir laluhu







Berita Lainnya...