Edisi 06-12-2018
Apindo Akan Konversi Mata Uang Dolar ke Yuan


JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada tahun depan berencana melakukan konversi transaksi perdagangan ekspor impor dari dolar Amerika Serikat (USD) ke mata uang mitra dagang salah satunya yuan China.

Ketua Umum Asosiasi Peng usaha Indonesia Hariyadi Sukamdani mengatakan, tuju - an konversi transaksi perda - gangan ini untuk mengurangi ketergantungan Indonesia ter - ha dap dolar AS. Dia mengakui saat ini transaksi perdagangan im por ekspor di Tanah Air ma - sih berpatokan pada mata uang dolar AS. “Kita optimistis akan bisa me ngonversi mata uang yang se lama ini bergantung dengan USD itu sebagian besar akan bi - sa diubah ke mata uang mitra kita, jadi dalam hal ini yang kita re ferensikan pertama dengan China,” kata Hariyadi di Ja kar - ta ke ma rin. Menurutnya, selama ini pa - ra pelaku usaha umumnya ber - gantung pada mata uang dolar AS, padahal mitra dagang Indo nesia lebih besar meng arah ke China.

Total perda gang an Indonesia sekitar USD 60 mi - liar dengan komposisi ni lai im - pornya sebesar USD35 mi liar dan nilai ekspornya men capai USD26 miliar. “Kalau bisa dikonversi sam - pai dengan misalnya antara USD 20 miliar saja dari perda - gangan dengan China, ini akan membuat efek yang sangat po - si tif. Kita berharap upaya ini juga nantinya bisa di sambut de ngan baik oleh mitra per da - gangan lainnya apakah dengan Jepang, Korea, dan sebagai - nya,” paparnya. Lebih lanjut dia menyata - kan, Apindo yakin pada tahun depan nilai tukar mata uang ru - piah terhadap dolar AS akan se - makin menguat hingga di ba - wah Rp14.000 per dolar AS. Hal tersebut didukung oleh ber ba gai peluang ekonomi yang terjadi sepanjang 2019.

“Untuk asumsi dolar AS, kita meyakini tahun depan akan turun di bawah Rp14.000. Jadi kami meyakini kira-kira di angka Rp13.800 ka - rena kita melihat bahwa tren har ga minyak dunia kemung - kinan akan turun,” ujarnya. Dengan semakin menguat - nya mata uang rupiah, kata Hari yadi, Apindo berharap hal ini juga bisa menjadi pertim - bangan bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bu nga acuan. Seperti diketa hui, hingga November 2018 Bank Indonesia telah menaik kan bu - nga acuan hingga 175 ba sis poin (bps) atau 1,75%. Langkah ini dilakukan oleh BI untuk men jaga stabilitas mo ne ter. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menambahkan, keti - dakpastian global yang dipicu perang dagang antara Amerika Serikat dan China tidaklah mu - dah diselesaikan.

Meskipun sem pat ada pertemuan antara ke dua pemimpin negara Adi Kua sa tersebut dalam acara G- 20, namun hal ini bukan akhir dari perang dagang. “lni bukan suatu yang mu - dah diselesaikan begitu saja, gap -nya terlalu besar, kepu tus an AS juga tidak diterima ne ga ra lain. Walaupun ada per jan ji an bila teral antara kedua ne ga ra, tapi ma salah ini belum se le sai. Ini ja - lan panjang yang ha rus dise lesai kan lebih ke kon sep ke de - pan nya akan seperti apa,” te - rang nya.

Heru febrianto