Edisi 06-12-2018
BEI Targetkan 1.000 Emiten dalam 3 Tahun


JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia bisa mencapai 1.000 emiten dalam ku run waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyang gupi permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menginginkan 1.000 perusahaan publik dan tercatat di bursa saham. Saat ini jumlah emiten di pasar modal telah mencapai 615 per - usahaan. Dengan demikian, BEI harus mengejar sekitar 385 per usahaan lagi untuk mencapai target tersebut. “Rasanya untuk 1.000 emiten kita akan berusaha se mak simal mungkin, sekarang itu sudah 615 emiten. Mudah-mudah an dalam 2-3 tahun ke depan bisa mencapai 1.000 emiten,” kata Inarno di Jakarta kemarin. Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 53 perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) da - lam kurun waktu satu tahun ter - akhir.

Di sisi lain, masih ada 10 perusahaan yang sudah be ren - ca na masuk bursa. Jadi, total emiten yang tercatat di bursa mencapai 615 perusahaan. “Sekarang itu sudah ada pe - nam bahan sebanyak 53 emi ten se panjang 2018, sedang kan di pip line yang segera IPO se ba nyak 10 perusahaan,” papar nya. Inarno menjelaskan, untuk mencapai target 1.000 emiten tersebut, BEI terus melakukan so sialisasi terhadap calon emi - ten. Hal ini dilakukan terutama kepada sejumlah anak per usa - haan yang induk usahanya te - lah tercatat di pasar modal In - do nesia. Dengan begitu, anak perusahaan itu bisa memilih sumber pendanaan melalui pasar modal.

“Kita selalu melakukan so - sialisasi kepada calon emiten ter utama yang eksisting ka - rena mereka punya anak usaha, BEI punya tim khusus yang mendorong mereka untuk go public,” imbuhnya. Selain itu, BEI juga me la ku - kan inovasi untuk mem per mu - dah perusahaan yang ingin ma - suk ke dalam pasar modal de - ngan mengembangkan sistem penyampaian dokumen pen ca - tatan secara elektronik (e-Re - gistration), IDXnet En han ce - ment untuk me nye dia kan peng umuman dalam dua ba ha - sa dan integrasi de ng an SPE Oto ritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, BEI juga me - ngem bangkan sistem pe na - war an umum elektronik (EBook Building) melalui suatu platform digital. Dengan be gi - tu, saat perusahaan akan IPO, pemesanan efek dapat dila ku - kan dari seluruh wilayah di In - do nesia.

Sistem pemesanan ju - ga akan lebih transparan. Inarno menjelaskan, calon emiten terutama untuk anak per usahaan yang induknya su - dah go public sudah cukup siap listing di pasar modal. Namun, ba nyak dari mereka yang me na - han karena adanya beberapa faktor, seperti kondisi eko no mi global yang sedang tidak sta bil dan menjelang Pemi lih an Umum Presiden (Pilpres) 2019. Sementara itu, Direktur Uta - ma PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Fri de ri ca Wi - dyasari menerangkan, de ngan penambahan 53 emi ten pada tahun ini me nun juk kan keper - ca yaan masyarakat untuk ber investasi di pasar mo dal Indonesia semakin be sar.

Untuk itu, dia mendukung BEI mengejar target 1.000 emi ten dalam kurun waktu 2-3 ta hun ke depan. “Ibu Menteri (Sri Mulyani) sangat mendorong per usa ha - an agar masuk ke pasar modal, terutama untuk perusahaan keluarga, saat ini ada pe nam - bahan 53 emiten, ini semakin menunjukkan pasar modal se - makin dipercaya,” katanya.

Heru febrianto