Edisi 06-12-2018
Hobi Maraton Hingga ke Lima Negara


Silavano Rumantir resmi menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas pada 9 Agustus 2016. Pria kelahiran Soroako, Sulawesi Selatan, ini memiliki lebih dari 17 tahun pengalaman di industri pasar modal dan jasa keuangan di Indonesia maupun internasional.

Untuk bisa meraih kesuksesan, lulusan University of Oregon bidang Administrasi Bisnis tahun 1999 ini mengaku mempunyai sejumlah filosofi hidup. Kerja keras, kerja pintar, kerja jujur, kerja sama, dan enjoy merupakan kunci dalam menggapai keberhasilan di segala bidang. “Filosofi hidup saya itu kerja keras, kerja pintar, kerja jujur, kerja sama, dan enjoy the journey dengan have fun.Enjoy the journey,artinya kita harus seimbang hidupnya,” kata pria kelahiran 14 September 1978 ini. Untuk mencapai keseimbangan dalam hidup, menurut Silvano, manusia harus mempunyai hobi. Pasalnya, hobi itu bisa dijadikan sarana untuk melepaskan penat di kala padatnya pekerjaan. Meskipun mempunyai jadwal yang banyak, namun dia mengaku selalu menyempatkan untuk tetap menjalankan hobinya.

“Pada waktu senggang saya biasanya cuma melakukan dua hal, kalau tidak berkumpul dengan keluarga, ya pasti olahraga, dan paling mudah dilakukan, yaitu lari,” katanya. Meskipun terlihat mudah, menurut Silvano, dirinya membutuhkan waktu persiapan sekitar 3-4 bulan sebelum ikut serta dalam ajang lari maraton berskala internasional. Jenis lari maraton yang biasa diikutinya, yaitu sepanjang 42 kilometer (km). “Saya baru mulai ikut maraton lima tahun lalu. Bagi orang normal dalam mencapai jarak sepanjang 42 km itu rata-rata butuh waktu 3-4 bulan untuk persiapannya,” ujar pria yang tahun ini genap berusia 40 tahun.

Setiap tahun, Silvano juga selalu menyempatkan diri untuk ikut serta dalam ajang lari maraton berskala internasional. Hingga saat ini sudah ada lima negara diikutinya, yaitu di Amsterdam Marathon pada 2015, Tokyo Marathon pada 2015, Berlin Marathon pada 2016, Chicago Marathon pada 2017, dan London Marathon tahun ini. “Saat ini kalau dua hari saja tidak lari, saya merasa badan tidak enak. Untuk itu, saya menjadikan olahraga lari ini sebagai gaya hidup,” kata dia. Menurut Silvano, olahraga lari maraton mempunyai korelasi dengan memimpin suatu perusahaan. Untuk mencapai garis finis, para peserta harus mempunyai sejumlah strategi. Di sisi lain, peserta juga harus sering berlatih agar pada saat pertandingan tidak mengalami cedera atau kecelakaan.

“Jadi, paralel antara persiapan mengikuti maraton dan memimpin perusahaan agar bisa berkelanjutan, karena saat menjadi leader, kita harus tahu ini akan menjadi jangka panjang,” katanya. Saat disinggung apa cita-cita secara individu yang hingga saat ini masih akan terus dikejar, peraih Gelar Master of Finance dari Royal Melbourne Institute of Technology tahun 2001 ini menjawab santai. Dirinya mengaku lebih fokus dan bersyukur dengan apa yang dicapai saat ini dibandingkan harus mempunyai target tertentu.

“Saya lebih fokus di kehidupan saat ini. Apa yang saya lakukan sekarang ini harus disyukuri karena bisa mempunyai peluang menjadi dirut di Mandiri Sekuritas, karena ini adalah kesempatan dan tang - gung jawab terbesar sebagai perusahaan sekuritas nomor satu di Indonesia,” katanya.

Heru febrianto