Edisi 06-12-2018
Kementan Kembangkan Aplikasi Peringatan Dini Perubahan Iklim


JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Sistem Informasi Peringatan Dini dan Penanganan Dampak Perubahan Iklim Sektor Pertanian (Si-PERDITAN).

Sistem informasi ini berisi data dan peta sebaran perubahan iklim dan dampak perubahan iklim serta rekomendasi pena - nganan dampak perubahan iklim pada sektor pertanian. Kepala Pusat Data dan Sis - tem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan Ketut Kari - yasa mengatakan, pertanian me rupakan sektor yang paling terdampak terhadap perubahan iklim, baik itu banjir maupun kekeringan. Pada beberapa ta - hun terakhir telah terjadi per - geseran musim dan puncak hu - jan, dan perubahan musim ini sangat mengganggu pola tanam dan produktivitas sehingga di - perlukan upaya-upaya antisi - pasi, adaptasi, dan mitigasi.

“Dengan memanfaatkan fi - tur dalam aplikasi tersebut, ma - ka persiapan dan perencanaan sebelum terjadinya kejadian ben cana banjir maupun keke - ringan dapat diantisipasi dan di - adaptasi sehingga dapat mengu - rangi dampak kerugian akibat ban jir maupun kekeringan,” ucap Ketut Kariyasa pada acara launching Aplikasi Si-PERDI - TAN yang dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Syukur Iwantoro di Kantor Pu - sat Kementan di Jakarta, Rabu (5/12). Dalam mengembangkan apli kasi ini, Pusdatin Kementan bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Na - sional (LAPAN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehu - tanan (LHK), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru mah - an Rakyat (PUPR).

Aplikasi ini menyediakan fi - tur peta informasi curah hujan se cara real timetiap satu jam dari citra satelit Himawari-8. Fitur lainnya berupa prediksi ENSO yakni terkait prediksi kejadian kekeringan (El-Nino) maupun banjir (La-Nina) hingga delapan bulan ke depan. Untuk merencanakan pola tanam, aplikasi ini menyiapkan fitur perkiraan curah hujan enam harian maupun perkiraan curah hujan bulanan selama enam bulan ke depan. Aplikasi ini juga memiliki fitur peta po - tensi kebakaran lahan, peta se - baran dan perkiraan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit hewan. Fitur lainnya berupa peta se - baran monitoring tinggi muka air (TMA) yang ada di 180 wa - duk/bendungan.

Selain itu juga kamus yang berisi penanganan OPT sehingga sangat ber man - faat buat petani untuk pengen - dalian OPT. “Fitur-fitur infor - masi yang ada dalam aplikasi ini dibuat secara dinamis dan in - teraktif serta berbasis geos pa - sial,” kata Ketut Kariyasa. Aplikasi ini, kata Ketut Kari - yasa, sangat bermanfaat buat pe - mangku kepentingan mau pun petugas lapangan untuk meng - informasikan perubahan iklim bagi masyarakat. “Khusus nya pe tani dalam rangka peren cana - an risiko untuk mengu rangi ke - gagalan panen dan tu runnya pro duksi pertanian,” ka tanya.

Sistem ini berbasis webGIS dan mampu diakses melalui mo - bile browser yang dapat mem - bantu pihak pengambil kepu - tus an di Kementerian Pertanian maupun pemerintah daerah. Ala mat website aplikasi Si-PER - DITAN: http://sipe ta ni.per tani - an.go.id/ siper ditan/. Aplikasi ini mendapat res - pons positif dari petugas per - tanian lapangan (PPL) dan pe - ngamat organisme peng gang gu tanaman (POPT) yang me nya ta - kan sistem ini sangat ber manfaat untuk pe rencanaan pola tanam dan sis tem budi daya per - tanian dalam mengurangi risiko kegagalan panen.

Hal ini di sam - paikan pada saat di lakukan uji co ba dan sosi ali sasi di Dinas Per - tanian Kabu pa ten Karawang, Cianjur, dan Ka bu paten Brebes.

Sudarsono