Edisi 06-12-2018
Kebangkitan Mavericks


DALLAS– Perlahan tapi pasti, Dallas Mavericks merangkak naik ke papan tengah klasemen sementara NBA Wilayah Barat musim ini setelah menang 111-102 atas Portland Trail Blazers di American Airlines Center, Dallas, Amerika Serikat, kemarin.

Kemenangan tersebut menjadi kesembilan secara beruntun diraih Mavericks dari 11 pertandingan selama kompetisi reguler. Selain itu, kemenangan atas Blazers menjadi tonggak kebangkitan Mavericks. Sejak meraih gelar juara NBA pada 2011 lalu, baru kali ini Luka Doncic meraih delapan kemenangan beruntun di kandang. Momen ini dianggap sebagai tanda bakal lolosnya Mavericks pada saat final wilayah nanti. Pada pertandingan ini forwardMavericks, Luka Doncic tampil sebagai bintang lapangan. Doncic tampil gemilang dengan sukses mencetak 21 poin, 3 assist, dan 9 rebound.

Kompatriot Doncic, Wesley Matthews menambah 17 poin, sedangkan DeAndre Jordan menyumbang 12 poin dan 17 rebound. Guard Mavericks, Wesley Matthews mengatakan, untuk menjadi tim tangguh yang mampu bersaing di kerasnya persaingan Wilayah Barat, mereka harus memenangkan semua pertandingan di kandang. “Perhatian kami pada pertahanan adalah kunci sukses kami me - nang, kami melakukan itu (pertahanan) dengan baik,” ujar Matthews dilansir The Washington Post. Ketatnya pertahanan Mavericks membuat sulit bagi backcourtBlazers.

Guard tim tamu Damian Lillard mampu mencetak 33 poin, tetapi banyak melakukan kegagalan dalam melepaskan tembakan. Dari 23 kali total shootingyang dilepas Lillard, hanya 10 berhasil menembus jaring. Guard CJ McCollum yang berusaha keras membantu kerja Lillard mencetak 18 poin untuk Blazers. Dari 19 kali tembakan yang dilepas McCollum, hanya yang berhasil membuahkan poin. “Anak-anak melakukan pekerjaan hebat dalam menjalankan skema permainan bertahan,” kata pelatih Mavericks, Rick Carlisle. “Itu bu kan rencana permainan yang mudah, karena kami harus menghadang pemain lawan yang sangat tinggi,” kata Carlisle.

Damian Lillard yang mencetak 33 poin untuk Blazers terus mencoba menekan Mavericks, namun gagal untuk bangkit dari defisit yang sebagian besar adalah dua digit melalui hampir semua tiga kuartal pertama. “Ini perjuangan berat,” kata Lillard. “Kupikir kita masih punya peluang. Ketika kamu membuat lubang, kamu harus berjuang keras untuk sampai di sana, kamu menempatkan dirimu dalam posisi di mana kamu harus sempurna dalam peregangan,” ujar Lillard. Pelatih Blazers, Terry Stotts mengatakan, pertandingan kontra Mavericks sangat mirip dengan dua pertandingan terakhir timnya. “Turun ke awal yang lambat, turun di paruh waktu, membuat come back yang baik dan gagal. Saya pikir kita semua mulai bosan,” katanya.

Sementara itu, hasil gemilang ditunjukkan Sacramento Kings dalam lanjutan kompetisi NBA. Tampil di kandang Phoenix Suns, tim asuhan Dave Joerger menang telak 122-105 di Talking Stick Resort Arena, Rabu (5/12). Buddy Hield menjadi pencetak angka terbanyak untuk Kings dengan sumbangan 20 poin plus 5 rebound. De’Aaron Fox menambah 16 poin dan 7 assist. Bogdan Bogdanovic dan Harry Giles menambahkan 14 dan 13 poin dari bangku cadangan. Sednagkan Troy Williams dan Kosta Koufos samasama menyumbang 11 poin ketika Justin Jackson cukup 10. Pada pertandingan ini, Kings mendominasi segalanya.

Akurasi tembakan mereka lebih tinggi (53,6 %) daripada Suns (43,7%). Tripoin Kings (45,8%) juga di atas lawannya yang hanya 27,9%. Kings bahkan hampir selalu mencetak 30+ poin di tiap kuarter.

Sazili mustofa