Edisi 06-12-2018
Jatuh BangunDemi Skateboard


Olahraga skateboard akan jadi cabang olahraga kompetisi di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Tony Hawk adalah sosok instrumental dan berpengaruh yang mampu mengangkat cabang olahraga ini ke pentas dunia.

Tony Hawk punya cara unik dalam merayakan hari ulang tahunnya ke-50 yang jatuh pada 12 Mei tahun ini. Dia mereka - ulang semua trik skateboard yang pernah diciptakannya. Jangan kaget, total ada 50 trik yang telah dia ciptakan hingga kini. Jumlah trik ini melampaui kiprahnya di dunia skateboard yang telah mencapai 41 tahun. Artinya, setiap tahun Tony Hawk menciptakan satu hingga dua trik skateboard selama berkubang di olahraga X-Games tersebut. “Usia tidak bohong, saat saya melakukan trik ke-49, saya terjatuh dan bikin badan saya kesakitan. Tapi inilah skateboarding , yang saya pikirkan adalah menyelesaikan trik, bukan apa yang badan saya katakan,” ucap Tony Hawk kepada PBS News Hour .

Di dunia skateboard , Tony Hawk adalah sosok fenomenal. Dia seperti almarhum Raja Thailand Bhumibol Adhulyadej buat warga Thailand. Adhulyadej saking cintanya pada masyarakat Thailand menciptakan banyak paten yang bermanfaat buat mereka. Begitulah Tony Hawk yang saking cintanya pada skateboard , menguras seluruh otaknya untuk menciptakan puluhan trik skateboard agar bisa digunakan pencinta skateboard hingga kini. Padahal, Tony Hawk lahir dan beranjak remaja pada era kegelapan skateboard .

Jika Anda pernah menonton film Lords of Dogtown , gambaran situasi tersebut terlihat jelas saat para pionir skateboard , Z-Boys, yang terdiri dari Tony Alva, Jay Adams dan Stacy Peralta dianggap sebagai remaja nakal yang kerap mengganggu masyarakat karena olahraga mereka. “Tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya bermain skateboard waktu itu. Saya beruntung orang tua saya mendukung saya memainkan olahraga ini. Mungkin karena saya terlalu aktif sehingga mereka senang saya lebih banyak sibuk bermain skateboard daripada mengganggu mereka,” kelakar Tony Hawk.

Pada usia yang masih sangat muda, bakat skateboard Tony Hawak melebihi bentuk tubuhnya. Badannya yang kurus justru menyimpan bakat yang sangat besar. Tidak heran jika di kompetisi skateboard anak-anak, Tony Hawk begitu menggila. Dia menjuarai semua kompetisi tanpa ampun. Tidak heran jika saat itu Stacy Peralta yang saat itu sudah membangun perusahaan skateboard , Dogtown Skateboards, menelepon orang tua Tony Hawk agar anak mereka yang masih berusia 11 tahun tersebut bisa bergabung di perusahaannya.

“Saat itu Tony masih sangat kecil, jadi kami tidak bisa langsung mengontraknya. Namun, kami mendukung semua kegiatan skateboard -nya. Kami selalu mengirimkan skateboard baru agar dia gunakan setiap saat,” sebut Stacy Peralta. Baru pada usia 14 tahun Tony Hawk resmi menjadi atlet profesional skateboard di bawah bendera Dogtown Skateboards. Bersamanya ikut anak-anak muda lain yang sekarang menjadi sosok skateboard yang paling dihormati, seperti Steve Caballero, Tommy Guerrero, dan Rodney Mullen. Stacy Peralta memberi nama bagi keempat anak muda tersebut dengan nama Bones Brigade. Era tahun 1980-an dunia skateboard memang meledak.

Anak-anak muda yang dulu antipati, berubah jadi penasaran. Bahkan, skateboard yang dulunya mengesalkan, kini berubah definisi jadi mengesankan. Lifestyle anak-anak skate yang keren dan penuh berhasil membius anak-anak muda. Tony Hawk merasakan betul indahnya menjadi atlet skateboard . Setiap tahun dia mendapatkan uang sebesar USD20.000 dari Airwalk. Belum lagi uang royalti dari Dogtown Skateboards. Meski demikian, saat itu masih belum ada jaminan bahwa skateboard bisa memberikan kepastian pada masa depan. Masih ada yang ragu apakah skateboard bisa jadi profesi yang bisa memberikan jaminan hidup.

“Saat saya mulai skate , ada kesepakatan tidak tertulis untuk tidak bermain skate lagi ketika lulus sekolah menengah atas karena memang tidak ada jaminannya. Apalagi saat itu saya tidak melihat ada orang yang berusia 20-30 ke atas yang main skate . Bahkan, Stacy Peralta tidak lagi bermain skate ,” ujar Tony Hawk. Tapi Tony sudah kadung cinta dengan dunia skateboard . Dia tidak bisa meninggalkan dunia skateboard yang begitu cocok dengan kehidupannya.

“Saya tidak cocok dengan olahraga tim. Saya tidak suka pada olahraga tim yang tergantung pada kemampuan satu orang, begitu juga sebaliknya atlet yang bergantung pada kesuksesan sebuah tim. Skateboard itu beda dan sempurna buat saya. Olahraga ini memiliki tantangan di mana saya harus kreatif. Apa yang nanti saya dapatkan adalah apa yang berhasil saya lakukan,” ujarnya. Di tengah popularitas yang menanjak, Tony Hawk kembali bertemu dengan gelombang masa kegelapan skateboard yang terjadi era 1990-an. Saat itu skateboard kalah populer dari permainan lain, seperti inline skate dan scooter .

Alhasil, banyak perusahaan skateboard gulung tikar dan kompetisi skateboard semakin sulit ditemukan. Parahnya lagi Tony Hawk saat itu malah baru membuka perusahaan skateboard , Birdhouse Skateboard. Di usia yang masih muda, Tony Hawk harus menghadapi krisis yang membuat dia harus berpikir keras menyelamatkan usahanya. Pria bernama lengkap Anthony Frank Hawk tersebut mengakali krisis itu dengan meminimalkan gaya hidupnya. Dia menjual rumahnya yang besar dan pindah ke rumah yang lebih kecil. Dia juga menekan pengeluaran sehari-hari dengan gaya hidup yang minimal.

Meski saat itu Tony Hawk sudah dikontrak oleh perusahaan video games , hal tersebut tetap tidak mampu mendukung kelangsungan bisnis Tony Hawk. Tapi sekali lagi cinta mengalahkan segalanya. Tony Hawk benar-benar tidak bisa meninggalkan dunia skateboard . Dia masih terus setia dengan papan skateboard -nya dan rajin mencoba trik-trik baru meski harus membuat tulangtulangnya retak. Kesetiaan Tony Hawk pada skateboard akhirnya terbayar saat ESPN menggelar kompetisi X Games 2005. Di ajang pertama X Games itu, ESPN memberikan kesempatan pada Tony Hawk untuk memamerkan trik terbarunya, Tony Hawk 900 , sebuah gerakan berputar-putar hingga 900 derajat.

Perhelatan X Games 2005 sontak membuat skateboarding bergeliat lagi. Semua orang seakan-akan jatuh cinta lagi pada skateboard . Kini anak-anak muda di berbagai belahan dunia mulai keranjingan skateboard lagi. Puncaknya pada Olimpiade Tokyo, Jepang 2020, skateboard akan masuk dalam salah satu cabang olahraga di mana skateboarder terbaik dari seluruh dunia berusaha menjadi yang terbaik. Di balik segala capaian itu,akan selalu terselip sebuah nama yang bisa membuatnya menjadi mungkin. Namanya Tony Hawk!

Wahyu sibarani