Edisi 06-12-2018
Turunkan Risiko Penularan HIV


JUMLAH kasus HIV di Indonesia yang dilaporkan dari tahun ke tahun terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah hubungan seksual yang tidak terproteksi.

Data Kemenkes RI menyebutkan bahwa kejadian kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan hingga Juni 2018 sebanyak 301.959 orang. Sebesar 76,2%-nya atau 3 di antara 4 orang yang terkena HIV di Indonesia disebabkan hubungan seksual yang tidak terproteksi. Selain itu, pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai cara pencegahan HIV melalui metode TTM (tahan diri, tetap setia, main aman) juga masih minim. Hanya 49% wanita Indonesia dan 55% pria di Indonesia yang tahu bahwa membatasi hubungan seksual hanya dengan satu pasangan dan menggunakan kondom secara konsisten dapat menurunkan risiko penularan HIV.

Dr Brian Enggano MD mengatakan, kondom memiliki dua kegunaan, yaitu mencegah kehamilan dan sebagai perlindungan terhadap IMS (infeksi menular seksual), di antaranya HIV, gonore (kencing nanah), chlamydia, trichomonas , sifilis, hepatitis B, bahkan HPV,” urainya, dikutip medium.com. Ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa kondom menurunkan insiden rata-rata IMS. “Hanya ada satu cara yang lebih efektif untuk mencegah penularan IMS, yaitu sama sekali tidak berhubungan seksual,” kata Enggano yang praktik di MacArthur OB/GYN, Amerika Serikat, ini. Kelebihan lain alat kontrasepsi ini adalah mudah didapat dan digunakan, ukurannya kecil dan bisa segera digunakan, serta tidak memengaruhi hormon.

“Artinya, tidak ada penundaan dalam masalah kesuburan seusai digunakan. Kondom pilihan yang baik bagi pasangan yang tidak ingin punya anak dalam waktu dekat,” ujar penggagas HealthTap Medical Expert itu. Hal itu dibenarkan urologis Jennifer Berman MD. Meski tidak 100% melindungi dari IMS, tetap saja kondom berguna dalam mencegah penyebaran chlamydia, gonore, HIV, HPV, dan herpes. Merujuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC, banyak di antara penyakit IMS, termasuk herpes dan HPV, yang salah diagnosis, bahkan banyak kasus tidak bergejala sama sekali. Menyambut Hari AIDS Sedunia 2018, DKT Indonesia melalui Kondom Sutra kembali mengkampanyekan tagar #UbahHidupLo untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan HIV-AIDS dengan perilaku hidup sehat.

Daniel Tirta selaku Project Manager #UbahHidupLo mengungkapkan, momentum Hari AIDS Sedunia merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengedukasi diri tentang sejauh mana pemahaman kita terhadap HIV-AIDS. “Hanya 15% wanita dan 16% pria di Indonesia yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV. Hal ini sangat memprihatinkan,” kata Daniel dalam acara Hari AIDS Sedunia 2018 #UbahHidupLo yang diadakan DKT Indonesia. Dia melanjutkan, sudah selayaknya masyarakat tahu dan sadar tentang HIV sehingga mereka dapat melakukan tindakan pencegahan untuk diri sendiri, juga menepis serta menghilangkan anggapan salah terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang saat ini masih banyak terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melanjutkan kesuksesan kampanye #UbahHidupLo pada 2017 yang melibatkan masyarakat di 24 pelabuhan seluruh Indonesia, sepanjang 2018 ini Kondom Sutra telah melakukan edukasi pencegahan HIVAIDS di lebih dari 23 wilayah kerja dan lebih dari 20.000 pekerja dan stakeholder di Indonesia, seperti Angkasa Pura II, PT Cardic Chemical Tangerang, PT Eka Mas Fortuna Malang, dan beberapa wilayah kerja lainnya.

“Tahun ini kami lebih memfokuskan wilayah kerja di Indonesia, mengingat data P2PML (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung) Kemenkes RI 2018 menyebutkan bahwa karyawan atau pegawai merupakan profesi yang saat ini menjadi salah satu yang rentan terkena HIV-AIDS setelah ibu rumah tangga,” ungkap Daniel.

Sri noviarni