Edisi 07-12-2018
Kampanye Belum Dongkrak Elektabilitas


JAKARTA –Masa kampanye sudah berlangsung dua bulan lebih. Berbagai isu dan program calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menjadi pembahasan panas di berbagai media massa, termasuk di media sosial (medsos).

Namun sejauh ini beragam isu yang bergulir ternyata be - lum cukup signifikan men dong - krak tambahan elektoral bagi ke dua pasangan calon. Isu-isu yang berkembang se - lama ini lebih banyak menjadi sensasi dalam diskursus publik selama masa kampanye, dan ti - dak banyak berpengaruh pada naik turunnya elektabilitas pa - sangan capres-cawapres. Survei ter baru Lingkaran Survei Indo - ne sia (LSI) Denny JA menye - but kan sejauh ini hanya ada enam isu yang memberikan pe - ngaruh elektoral bagi kedua pa - sangan calon.

Keenam isu ter - sebut muncul dari hasil survei bertajuk “Dua Bulan Kampanye: Pertarungan Isu dan Program Capres” yang dilakukan pada 10-19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan me tode wawancara lang sung yang dilengkapi riset kualitatif dengan metode focus group discussion (FGD), in-depth inter - view, dan analisis media. Se - mentara margin of error seki tar 2,9%. “Isu yang dikategori kan punya efek elektoral mi nim al memiliki dua syarat. Sya rat per - tama, isu tersebut di de ngar di atas 50 % pemilih. Kedua, isu ter - sebut memiliki tingkat ke suka - an atau tingkat keti dak sukaan di atas 60% dari mereka yang mengaku pernah men de ngar isu tersebut,” ujar Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di Jakarta kemarin.

Dia menyebut enam isu yang punya efek elektoral selama masa kampanye di antaranya adalah penyelenggaraan Asian Games, kunjungan Jokowi ke lokasi gempa di Palu, kunjungan Jokowi ke lokasi gempa Lom - bok, hoaks Ratna Sarumpaet, isu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang tembus Rp15.000, dan terakhir isu pem bakaran bendera tauhid. Isu penyelenggaraan Asian Games didengar oleh 85,1% pe - milih. Dari mereka yang pernah mendengar kegiatan ini, sebesar 96,5% menyatakan mereka suka dengan kegiatan tersebut. Sementara itu kunjungan Jokowi ke lokasi gempa Palu diketa - hui oleh 75,5% pemilih.

Dari me reka yang mendengar, sebe - sar 93,7% menyatakan bahwa mereka suka dengan kegiatan tersebut. Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok diketahui oleh 67,9% pemilih. Dan sebesar 94,5% dari mereka yang tahu atau pernah mendengar me - nya takan suka dengan kegiatan tersebut. Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet diketahui oleh 57,2% pemilih dan dari mereka yang tahu kasus tersebut, hanya sebesar 3,7% yang menyatakan suka. Sementara mereka yang menyatakan tidak suka dengan kasus tersebut sebesar 89,5%. Isu melemahnya nilai tukar ru - piah terhadap dolar AS yang tembus Rp15.000/1USD dike - ta hui oleh 54,2% pemilih.

Dari mereka yang pernah men de - ngar, sebesar 84,3% menya ta - kan tidak suka dengan kasus ter sebut. “Pembakaran bendera tau - hid juga menyita perhatian pu - blik secara luas. Mereka yang menyatakan pernah mende - ngar atau tahu kasus pemba kar - an bendera tauhid sebesar 53,7%. Dari mereka yang per - nah mendengar, sebesar 83,6% menyatakan bahwa mereka ti - dak suka dengan kasus terse - but,” tutur Rully. Selain enam program atas isu tersebut, ada pula sejumlah isu dan program lainnya yang muncul dan ramai dalam pem - beritaan dan percakapan di med sos. Namun efek elektoral - nya tidak terlalu signifikan ka - rena tingkat pengenalan ter ha - dap isu tersebut di bawah 50%.

Di antaranya isu tampang Boyo - lali dengan popularitas isu se - besar 28,8%. Dari mereka yang mengetahui pernyataan Pra - bowo tentang tampang Boyo - lali, sebesar 65,8% menyatakan tidak suka dengan pernyataan tersebut sementara mereka yang menyatakan suka hanya sebesar 9,3%. “Kunjungan Pra bowo ke gem pa Lombok diketahui oleh 27,4% pemilih. Dari mereka yang tahu kunjungan Prabowo tersebut, sebesar 91,4% menya - ta kan suka, sementara sebesar 3,2% menyatakan tidak suka,” urainya.

Sementara itu kegiatan ra pat tahunan IMF di Bali dike tahui oleh 19,2% pemilih. Se besar 49,5% menyatakan tidak suka dengan kegiatan tersebut se - mentara 33,5 % menyatakan suka. Pernyataan Prabowo Su bi - anto bahwa jika terpilih se bagai presiden maka tidak akan me - lakukan kegiatan impor juga ma suk dalam salah satu isu yang menjadi perhatian publik dan diketahui oleh 18,7% pemilih. Dari mereka yang tahu atau per - nah mendengar pernyataan Pra bowo tersebut, sebesar 44,8% menyatakan tidak suka, sementara sebesar 45,7% me - nyatakan bahwa mereka suka dengan pernyataan tersebut.

“Upaya Prabowo-Sandi untuk melakukan rebranding terha dap sosok Prabowo dengan me mun - culkan isu the new Pra bowo, ternyata hanya diketahui oleh 13,0% pemilih. Dari me reka yang mengaku pernah men de - ngar isu tersebut, sebe sar 54,9% menyatakan suka. Dan hanya sebesar 34,0% yang menyata - kan tidak suka,” papar nya. Terkait hasil survei ini, Se - kretaris Tim Kampanye Nasio - nal (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto me - nga takan, pihaknya akan me - res pons hasil survei terebut de - ngan berbagai kegiatan.

Di an - ta ranya dengan mengadakan work shop nasional serta akan mempertajam agar tanggung jawab tim kampanye, juru bica - ra agar lebih mengedepankan pro gram dan rekam jejak calon un tuk kemajuan Indonesia. “Dan Pak Jokowi sangat res - ponsif da lam hal ini,” tutur Has - to seusai bertemu Kiai Ma’ruf di kediam annya, Jalan Situbon do, Men teng, Jakarta Pusat, ke - marin. Sementara itu calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin meng - aku pihaknya ada strategi khu - sus untuk menggaet masa me - ng ambang atau swing voters . Hal ini dikatakan Kiai Ma’ruf menanggapi swing voters yang mencapai 20% seperti diung - kap lembaga survei LSI Denny JA.

“Tapi ini karena strategi, enggak mungkin dibuka nanti ketahuan,” kata Kiai Ma’ruf. Kendati begitu, Ma’ruf me - ngatakan, masalah swing voters dianggapnya dibahas secara intens di lingkup internal TKN. Pihaknya akan terus memantau perkembangan swing voters ber dasarkan segmen pemilih. Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, selain mengunjungi tempattempat seperti pesantren,swing voters juga akan dijamah di lo - kasi lain oleh Capres Joko Wi - dodo (Jokowi) dan seluruh ang - gota TKN. Sebelumnya cawapres no - mor urut 02 Sandiaga Uno me - minta relawan dan tim kam - panyenya untuk terus bekerja keras mengambil hati masya - rakat.

Dia mene gaskan isu uta - ma yang harus disampaikan oleh para relawan Prabowo- San di kepada calon pemilih ada - lah persoalan eko nomi. Menu - rut nya para relawan harus me - nyampaikan kepada masya ra - kat jika kondisi ekonomi akan lebih baik jika Prabowo-Sandi ter pilih dalam Pilpres 2019. “Sampaikan Prabowo Sandi fo - kus pada ekonomi dalam pen - ciptaan lapangan kerja, hargaharga kebutuhan pokok yang sta bil dan terjangkau. Kami akan memutuskan untuk menda hulukan para pekerja dalam negeri ketimbang dari luar negeri,” imbaunya. Selain itu, Sandi menam bahkan, Prabowo-Sandi juga akan memaksimalkan ekonomi ke - rak yatan.

Abdul rochim