Edisi 07-12-2018
MPR Beri Perhatian Kawasan Perbatasan


SANGIHE - Kawasan perbatasan menjadi wilayah penting dan strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kawasan ini harus mendapatkan perhatian semua pihak, baik dalam hal ketersediaan infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakatnya.

Wakil Ketua MPR E.E. Ma - ngindaan mengatakan, pihak - nya sangat serius dalam melihat wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain, baik di Ka - limantan, Papua, Nusa Teng - gara Timur, dan Sumatera. “Wi - layah-wilayah perbatasan perlu dikunjungi dan ditinjau agar apa yang dibutuhkan mas ya ra - kat bisa diketahui. Jangan sampai masyarakat perbatasan tidak sejahtera. Dan dari semua yang pernah saya dikunjungi, ternyata masih butuh per ha - tian pada banyak hal,“ tutur Mangindaan di sela kun jungan - nya ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dalam keterangan tertulisnya kepada KORAN SINDO , kemarin.

Kunjungan ke wilayah per - ba tasan, kata mantan gubernur Sulawesi Utara itu, merupakan program yang telah dibahas pada November 2015 dalam per temuan yang dipimpinnya di Manado, Sulawesi Utara. “Se - telah dua tahun, kita cek apa yang sudah direalisasikan oleh instansi dan kementerian ter - kait,” ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, di tengah guyuran hujan deras, rombongan MPR mendatangi Rumah Sakit Pratama. Fasilitas kesehatan untuk umum yang berada di Kecamatan Tabukan Utara, Kepulauan Sangihe ter - sebut tengah dalam pe nye le - saian akhir.

Diperkirakan pada Januari 2019, satu dari 64 Ru - mah Sakit Pratama yang ada di Indonesia itu siap melayani masyarakat. Turut hadir dalam kun - jungan tersebut anggota MPR lainnya seperti Guntur Sasono dan Libert Kristo Ibo dari Fraksi Demokrat; Marhany Pua dari Kelompok DPD, Fadholy dari Fraksi NasDem, dan Jendry Al - ting Keintjem dari Fraksi PDIP. Mereka disambut langsung Bu - pati Sangihe Jabes E Gaghana. Di rumah sakit yang tak jauh dari Bandar Udara Naha itu, rombongan MPR meninjau fa - silitas yang ada di rumah sakit mulai lorong hingga fasilitas kamarnya. Selepas itu, rom - bongan menuju Puskesmas Ene mawira. Di puskesmas yang berada di ibu kota Tabukan Uta - ra itu, Mangindaan ber sa ma rombongan disambut para pe - rawat dan dokter.

Puskesmas ini sudah lama ada sehingga fasilitasnya terlihat lengkap. Sama seperti di Pratama, di tempat ini para wakil rakyat meninjau bagian per bagian yang ada. Kedatangan mereka disambut hangat para penge lo - la rumah sakit. Bahkan, mereka juga mengajukan proposal pe - ngem bangan puskesmas. Setelah meninjau pus kes - mas yang menyediakan fasilitas rawat inap, rombongan MPR selanjutnya menuju Pelabuhan Petta. Pelabuhan ini me ru pa - kan salah satu dari 12 pe la - buhan yang ada di Sangihe. Di tempat ini, Mangindaan ber - bin cang dengan aparat Ke - menterian Perhubungan. Tak lama kemudian, per ja - lanan dilanjutkan menuju ibu kota Sangihe, Tahuna.

Di kota itu, para wakil rakyat ini juga memantau perkembangan fa - silitas kesehatan yang ada. Di pinggiran Tahuna, mereka me - lihat pengembangan Rumah Sakit Daerah Liun Kedange. Di ka wasan ini, ada bekas ground - breaking untuk pengembangan rumah sakit. Perluasan fasilitas diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan rumah sakit ke tipe B. Dari semua kunjungan yang dilakukan, saat bertatap muka dengan masyarakat, tokoh aga - ma, pemuda, mahasiswa, apa - ratur sipil negara, dan camat se- Sangihe di pendapa kabupaten, Mangindaan menyebut masih banyak masalah yang perlu di - selesaikan di wilayah per ba tas - an Indonesia-Filipina ini. “Ma - sa lah sudah ada yang teratasi, ada pula yang belum,” tuturnya.

Terkait masalah kesehatan, dia berharap masalah ini segera diperhatikan. Rumah sakit yang dibangun dengan dana konsentrasi diakuinya mampu mencukupi pembangunan ge - dung dan isinya. Namun, fa-si - litas rumah dinas untuk dokter belum dibangun. Untuk itu, di - rinya menyebut perlu anggaran tambahan dari kementerian terkait untuk membangun ru - mah dinas dokter. Sementara untuk men cu - kupi tenaga dokter, dirinya mendorong agar anak-anak SMA di wilayah Sangihe kuliah di fakultas kedokteran. Setelah lulus, mereka diharapkan ber - se dia kembali ke kampung ha - laman dan mengabdi menjadi dokter.

Sambil menunggu anak-anak Sangihe kuliah di fakultas kedokteran, peme rin - tah kabupaten diminta me rek - rut dokter dengan sistem, mi - salnya, sebagai pegawai tidak tetap (PTT) dengan syaratsyarat yang ditentukan. Dari kunjungan melihat fa si - litas kesehatan, dirinya meng - ucapkan terima kasih kepada bupati Sangihe. “Bupati terlihat memprioritaskan pem ban gun - an kesehatan. Apa jadinya kalau masyarakat tak sehat,” katanya.

Mangindaan juga memuji Sangihe telah keluar dari status daerah miskin. Kepada mas ya - rakat, aparatur sipil negara, dan pihak terkait, Mangindaan me - ngatakan bahwa MPR me ru - pakan representasi dari ang - gota DPR dan DPD. Untuk itu, masalah-masalah yang ada akan dibawa ke komisi-komisi terkait. “Sebagai mitra pe me - rintah maka masalah yang ada akan diselesaikan,” ujarnya. Dikatakan, tugas pokok MPR adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI, serta menyo sialisasikan Empat Pilar MPR. “Nilai-nilai kebangsaan mas ya - rakat Sangihe tak perlu di ri - saukan karena mereka telah mengimplementasikan nilainilai itu sebagai benteng ter - depan penjaga bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sa - ngihe Jabes E Gaghana menga - takan Rumah Sakit Pratama ini dibangun pada 2017. Meski sudah siap dibuka untuk umum, diakuinya rumah sakit tersebut belum memiliki dokter spesialis dan dokter gigi. “Kami mem - buka lamaran, namun tidak ada yang daftar,” katanya.

Abdul rochim