Edisi 07-12-2018
PBB Ingin Akses ke Kamp Xinjiang


NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta akses langsung ke “kamp pendidikan ulang” di Provinsi Xinjiang, China.

Lebih dari satu juta muslim Uighur dilaporkan telah ditahan di kamp-kamp seperti penjara tersebut. Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Mic - helle Bachelet menyatakan, dia ingin memverifikasi laporan mengkhawatirkan yang di te ri - ma organisasinya. Para bekas ta - hanan mengaku disiksa dan di - paksa belajar propaganda Par tai Komunis China di kamp-kamp berukuran besar ter sebut. Beijing menyatakan, kampkamp itu merupakan pusat pelatihan kejuruan yang ber si - fat sukarela. Menurut China, kamp itu didesain untuk me - nangkal potensi ekstremisme pada populasi Uighur. Bachelet menjelaskan, PBB menawarkan bantuan teknis dalam menghadapi eks tre mis - me kekerasan.

“Kami ingin ber - dia log serius dengan China untuk masalah ini,” ujar dia, dilansir CNN . Seruan itu muncul sehari setelah Komisioner Kebijakan HAM Jerman Barbel Kofler bahwa dia ditolak izinnya untuk mengunjungi kamp-kamp itu selama perjalanan ke China. “Saya terkejut dengan berbagai perlakuan pada minoritas Uig - hur Turki. Saya ingin men da pat kesan pertama tentang situasi di sana dan akan terus men dorong untuk izin meng un jungi Xin - jiang segera,” papar Kofler. Kofler menambahkan, dia sa - ngat khawatir dengan HAM di China. “Ini khususnya me me nga - ruhi suara kritis dalam ma sya ra - kat sipil, para pengacara HAM, jurnalis, dan blogger,” tutur dia.

Saat penjelasan PBB tentang catatan HAM China pada No - vember, lebih dari sepuluh ne - gara mendesak China meng - akhiri penahanan sewenangwenang terhadap Uighur di Xin - jiang. Pemerintah China ber - ulang kali membela catatan HAM-nya dan menyatakan kua - litas hidup meningkat dras tis selama empat dekade ter akhir. Namun, Bachelet menya ta - kan HAM tak dapat dipisahkan. “Anda tidak dapat mem prio ri - taskan, Anda tidak dapat me - nga takan HAM penting dan lain nya tidak. Anda tidak dapat mengundang seseorang ke ru - mah Anda, memberi makan mereka, tapi tidak mengizinkan mereka bicara,” kata dia. “Anda harus menjamin se mua HAM dilindungi,” paparnya.

Xinjiang semakin menjadi sorotan setelah laporan bahwa fotografer China Lu Guang hilang dan kemungkinan di ta - han aparat keamanan China saat mengunjungi Xinjiang. Lu merupakan pemenang peng - har gaan World Press Photo hingga tiga kali. “Dia diundang ke Xinjiang untuk mengikuti berbagai acara fotografi di wilayah ibu kota Urumqi pada akhir Oktober,” ungkap istri Lu, Xu Xiaoli dalam posting di internet.

Syarifudin