Edisi 07-12-2018
Pemkot Bogor Perluas Parkir Elektronik


BOGOR - Pemkot Bogor berencana menambah mesin terminal parkir elektronik (TPE) di empat ruas jalan raya di Kota Bogor. Hal itu menyusul suksesnya uji coba parkir elektronik di Jalan Otto Iskandar di na ta (Otista) dan Suryakancana sejak 1 Desember 2018.

“Saat ini sudah terpasang 18 mesin TPE. Tiga unit di Jalan Otista dan 15 lainnya di Jalan Suryakancana. Sejauh ini pe - ngendara yang memarkirkan kendaraan di dua lokasi itu wajib memiliki kartu elektronik, seperti e-money,” ungkap Ke - pala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rahmawati, kemarin. Rahmawati meng ung kap - kan, jika pengendara yang be - lum memiliki kartu elektronik, di dua lokasi tersebut sudah ada petugas parkir yang dibekali kartu e-money. “Kita me nar - getkan dengan diber la ku kan - nya parkir elektronik ini. Selain mengurangi kemacetan, juga adanya kenaikan PAD sebesar Rp200 juta. Kalau hasil ini po - sitif, maka kita akan berlakukan di titik parkir lainnya di Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bi - dang Sarana Prasarana Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudi me - ngatakan, pihaknya juga sedang melakukan analisis dan eva - luasi di sejumlah titik kantong parkir lainnya di Kota Bogor. “Jadi, per 1 Desember, kita uji coba dulu, sekarang ibaratnya masih trail and error dulu agar ketika start tidak ada kendala, tapi sampai saat ini juga belum ada kendala. Nah, nanti kita sambil melakukan analisis dan evaluasi mungkin juga ke de - pannya ada potensi yang bisa kita pasang TPE,” katanya. Dodi meng ung kap kan, tak menutup kemung kin an parkir elektronik juga di te rapkan di empat titik yang me mang po - tensial dan rawan macet.

“Lokasi atau titik itu yang ke - mungkinan bisa segera diberlakukan, yakni Jalan Si li - wangi, Jalan Pengadilan, Ja lan Dewi Sartika (Pasar Anyar), dan Jalan Jenderal Sudirman,” ujar - n ya. Prinsipnya, kata Dodi , pe ne - rapan sistem parkir elektronik ini sangat ber man faat untuk semua. Selain dapat me ning - katkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor parkir, juga banyak keuntungan lain nya. “Kita bisa menekan angka kebocoran, meningkatkan taraf hidup sumber daya manusia. Sebab dengan adanya TPE ini, para juru parkir diangkat se - bagai pekerja kontrak waktu terbatas (PKWT). Itu mereka mendapatkan gaji, mereka juga mendapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” katanya.

Selain itu, tujuan diterapkan sistem parkir elektronik ini, kata Dodi, untuk menata ken - daraan yang terparkir di Jalan Otista dan Suryakancana. “Se - mua ini merupakan bentuk upaya dari manajemen re ka - yasa lalu lintas terkait mana - jemen parkir di dua jalan yang sedang dilakukan uji coba,” ujarnya. Dengan berjalannya uji coba sistem parkir elektronik ini, Dodi mengimbau kepada se lu ruh mas yarakat agar membawa kartu pembayaran elektronik atau e-money. Untuk besaran harga parkir di dua kawasan itu ditarif per satu jam Rp3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp6.000 untuk kendaraan roda empat.

“Bagi masyarakat yang pa - r kir di kawasan tersebut, kami imbau agar selalu membawa kartu pembayaran elek tr o - nik. Untuk sementara pem ba - yaran bisa dilakukan dengan meng gu nakan kartu e-money dari Bank Mandiri dan kartu elek tronik dari BJB karena kami baru be kerja sama de - ngan dua bank ter sebut,” ujar - nya. Saat ditanya berapa besar hasil PAD dari dua lokasi ter sebut, Dodi enggan menje las kan secara rinci. Dia hanya ber harap dari retribusi parkir bisa memenuhi target PAD. “Inti nya, bisa me me nuhi target yang ditetapkan pe merintah daerah dari seksi per parkiran,” kata nya.

Sementara itu, Ketua Ko - misi II DPRD Kota Bogor Anita Primasari Mongan mengaku mendukung kebijakan itu, bahkan pihaknya akan meninjau ke lapangan dan melihat laporan Dishub Kota Bogor terkait pajak dari perparkiran ini. “Komisi II nanti akan meninjau langsung ke lapangan seperti apa prinsip kerjanya. Catatan itu nanti juga saya lihat dari dinasnya. Nanti akan dilaporkan kepada kami,” ujar Anita. Anita menjelaskan, ada tiga kategori pegawai dalam men - dulang PAD retribusi parkir Kota Bogor di antaranya apa ra - tur sipil negara (ASN), pengawai tenaga kontrak, dan suka re lawan. Selama ini, kata dia, Dis hub menarik setoran retribusi parkir di jalan-jalan raya Kota Bogor itu berdasarkan target sesuai dengan yang diatur da lam surat keputusan (SK) wali kota.

“Jadi tiap titik ini, misalnya di Jalan Pengadilan, yang harus disetorkan sesuai SK wali kota adalah sekian. Di Surya kan - cana, setoran sekian dan tar get - nya sekian,” ujarnya. Sedangkan Jalan Pengadil - an ini, kata Anita, ditangani ASN dan tenaga kontrak serta ada komandan regunya yang menarik uang retribusi parkir itu. Mereka harus setor dalam satu bulan dengan jumlah se - suai dengan SK wali kota. “Kalau tak salah, Dishub selalu me lam - paui target dari perparkiran ini. Tapi untuk nominal dan jum - lahnya berapa, saya sendiri ku - rang hafal. Selama ini laporan setorannya bilang sudah men - ca pai target, bahkan lebih,” kata nya.

Haryudi