Edisi 07-12-2018
Perundingan Damai Yaman Digelar di Swedia


STOCKHOLM - Pihak-pihak yang berperang di Yaman menggelar perundingan di Swedia kemarin. Perundingan itu merupakan negosiasi da mai pertama yang digelar da lam dua tahun.

Saat ini jutaan orang mengalami kelaparan di Yaman dan Barat mulai menarik diri dari du kungannya terhadap kam pa - nye militer Arab Saudi. Pe rang di Yaman menewaskan pu luhan ribu orang. Perse ri kat an Bang - sa-Bangsa (PBB) me nye but kon flik itu sebagai kri sis kema - nu siaan terburuk di du nia sejak 2015, saat koalisi pim pinan Saudi intervensi un tuk me mu - lihkan peme rin tah an yang digulingkan gerakan Houthi. Houthi mengontrol ibu kota Sanaa dan wilayah-wila yah padat penduduk. Adapun pemerintahan yang terguling berbasis di Kota Aden, bagian selatan Yaman.

Perang itu pun mengalami kebuntuan militer selama bertahun-tahun, me ng - ancam jalur suplai makanan untuk hampir 30 juta warga di salah satu negara termiskin di dunia tersebut. Mediator PBB Martin Grif - fiths menulis kolom di New York Times bahwa perundingan itu menawarkan harapan re dup. Menurut dia, pertemuan itu akan mengumumkan kese pa - kat an resmi pertukaran ta han an. “Tak ada waktu lain di mana internasional mendorong se - mua pihak yang berperang di Yaman untuk menemukan solusi. Meski demikian, ini ha - nya pertemuan meja bundar di bagian terpencil dan tenang Swe dia yang dapat memberi harapan itu,” ujar Griffiths. Membawa semua pihak ke Swedia juga sebuah pen ca pai an tersendiri.

Upaya terakhir un - tuk perundingan di Jenewa pa - da September dibatalkan ka re - na Houthi tidak hadir. Sumber PBB menyatakan, kedua pihak masih tidak mung - kin menggelar perun ding an lang sung di kastil ping giran Stockholm. Para di plo mat akan bertemu secara ter pi sah de - ngan masing-masing pi hak yang bertikai untuk mem bahas langkah-langkah mem ba ngun kepercayaan dan mem bentuk badan peme rin tahan transisi. Prospek perdamaian itu me - nguat saat aliansi Barat yang menyuplai persenjataan dan intelijen untuk koalisi men - desak Saudi mengakhiri konflik di Yaman yang menjadi perang pengaruh antara Saudi dan Iran.

Para delegasi dari pemerin - tahan yang berbasis di Aden dan Houthi menyambut Grif fiths yang mengambil alih se ba gai mediator pada Februari. Se - jumlah langkah untuk mem ba - ngun kepercayaan telah dila ku - kan sebelum perundingan, ter - masuk mengevakuasi para pe - juang Houthi yang terluka untuk mendapat perawatan. Griffiths ingin kesepakatan untuk membuka kembali ban d - ara Sanaa, menopang bank sentral dan menjamin gen cat an senjata di pelabuhan utama Yaman, Hodeidah yang dikua - sai Houthi.

Syarifudin