Edisi 07-12-2018
Presiden Apresiasi Pendidikan Muhammadiyah


YOGYAKARTA – Peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, DIY, kemarin.

Dalam sambutannya, Pre - siden menyatakan mu’alimin dan mu’allimaat sebagai lem - baga pendidikan yang banyak melahirkan tokoh bangsa. Madrasah yang didirikan Mu - hammadiyah ini di da lam nya diisi para calon kader pe nerus kepemimpinan bangsa yang mumpuni dan terseleksi. “Setahu saya, di madrasah mu’allimin mu’allimaat ini se lalu banyak yang daftar se hing ga di madrasah mu’allimin mu’aalimaat ini yang bisa masuk sudah ter - seleksidariyangbaik-baik. Santri mu’allimin dan mu’allimaat pintar dan cer das,” kata Presiden yang datang didampingi Menteri Se - kretaris Negara Pratikno, Men - teri BUMN Rini Soemarno, dan MendikbudMuhadjirEffendy. Presidenpunlangsungmem - berikan instruksi untuk mem - bantu pembangunan ge dung baru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang proses pekerjaannya akan dimulai pe - kan depan.

“Sudah saya perin - tah kan kepada Menteri BUMN agar secepatnya di mulai. Nanti Bu Menteri BUMN perintah lagi kedirut-dirutBUMN, cepat, cepat, cepat,” katanya. Presiden juga sempat mem - berikan komentar soal sarana pendidikan yang dikelola Mu - hammadiyah. “Saya me lihat di buku ini gambar tahun 1929 saja gedungnya sudah gedung yang sangat besar dan megah. Tahun 1951 berubah lagi, tetapi lebih megah dari yang sebelumnya. Ini yang 2008 juga megah dan modern. Yang nanti sebentar lagi (ren cana gedung baru) saya belum lihat gam - barnya, tapi sudah ada coretcoretan di sini,” tutur Jokowi. Presiden mengakui bahwa lembaga pendidikan dan kese - hatan yang ada di bawah Muhammadiyah memiliki ke - unggulan tersendiri dan akan memegang salah satu peran sentral bagi program pem ba - ngunan sumber daya manusia (SDM) pada 2019.

“Kita tahu memang di Muhammadiyah yangnamanyabidangkese hat an dan pendidikan itu sudah ber - puluh tahun (berkiprah). Seba - gai contoh tadi misalnya ma - drasah mu’allimin-mu’allimaat itu sudah ada sejak 1918 dengan gedung yang begitu megahnya,” tuturnya. KetuaUmumPPMu ham ma - diyah Haedar Nasir meng - ungkapkan, untuk dapat me raih abad baru ini, Indonesia mem - butuhkan sumber daya manusia yang cerdas, berilmu, dan ber - kemajuan. Untuk itu momen satu abad ini harus menjadi tonggak sejarah bagi madrasah mu’allimin mu’allimaat Muhammadiyah untuk melakukan trans formasi kualitas sehingga lahir kader bangsa untuk kema - nusiaan universal, kader umat dan persyarikatan sekaligus generasi muda yang cerdas dan berkemajuan.

“Insya allah ma - drasah mu’alimin dan mu’alimaat ini akan menjadi pilar bangsa dan negara,” katanya. Sementara itu mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif me nga ta - kan, Jokowi menjadi presiden pertama yang mengunjungi madrasah mu’allimin dan mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. “Harus dibaca ne - gara dalam UUD 1945 tu gasnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Jadi ka - lau negara membantu Muham - madiyah sama saja negara mem bantu dirinya sendiri,” ujar Buya.

Selain menghadiri milad madrasah Muíalimin Mu’a limaat, Jokowi juga menga dakan pertemuan dengan Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta, mengunjungi Univer sitas Aisyi yah Yogya karta (Unisa) serta ber silaturahmi dengan para pengurus pusat Aisiyah.

Priyo setyawan