Edisi 07-12-2018
Awasi Orang Asing di Daerah, Imigrasi Gandeng Camat


JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berkolaborasi dengan camat untuk melakukan pengawasan orang asing di daerah.

Langkah ini sebagai bagian dari Tim Peng - awasan Orang Asing atau Tim PoradalamamanatdariUndang- Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian, yang mem beri - kan mandat kepada Menteri Hukum dan HAM untuk mem - bentuk tim mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, sampai tingkat kecamatan. Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, melalui kolaborasi dengan para camat diharapkan bisa saling tukar informasi. “Harapannya me - lalui wadah Tim Pora ini, bisa ada kerja sama, kolaborasi, sa - ling tukar menukar informasi untuk melakukan pengawasan orang asing sesuai dengan tu - gas dan fungsi masing-masing instansi kementerian atau lem - baga di daerah termasuk pemda,” ungkapnya kemarin.

Sompie mengungkapkan, ada undang-undang menjadi dasar hukum dari masingmasing instansi tersebut untuk bisa melakukan penegakan hu - kum apabila seseorang ter - masuk orang asing melakukan perbuatan melanggar hukum. “Maka dari beragam un - dang-undang yang mem be ri - kan tugas dari instansi pe - merintah termasuk pemda, maka di sanalah butuh kerja sama dan saling tukar menukar informasi. Imigrasi memberi - kan informasi tentang data perlintasan keberadaan orang asing yang datang termasuk yang sudah berangkat ke luar negeri pulang ke negaranya,” ujarnya. Dia mengatakan, kolabo rasi ini jika ada kemungkinan in for - masi keberadaan orang asing akan melakukan pelanggaran hukum.

“Karena kantor imigrasi itu belum sampai di tingkat keca - mat an, maka kami bekerja sama dengan pemda melalui para camat untuk membuka sekretariat Tim Pora di kantor kecamatan. Di sanalah mereka bisa saling bertemu silaturah mi sambil tukar menukar infor - masi dan bisa menggunakan in - formasi yang mereka dapat kan untuk melakukan peng awasan terhadap orang asing. Media pun bisa menjadi unsur pem - beri informasi yang bisa ditin - daklanjuti setiap instansi peme rintah yang ada,” katanya. Dalam upaya pengawasan, Tim Pora dibentuk guna mene - kan kebocoran informasi ne - gara serta gerak-gerik mencu - rigak an terhadap orang asing di Indonesia. Sejauh ini sudah ada 101 sekretariat pengawasan orang asing yang dibentuk di semua daerah.

“Sekretariat ini sebagai tempat berkoordinasi dengan instansi pemerintah sampai tingkat kecamatan dan desa. Ini kami lakukan demi meng awasi kegiatan orang asing yang ma - sukkeIndonesiasertamen cegah kebocoran infor masi,” kata Ronny. Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, Ditjen Imigrasi su - dah mempunyai tim peng - awas an orang asing dijalankan mulai dari pusat bahkan hingga desa.

Binti mufarida