Edisi 07-12-2018
Batang Bangun Rest Area Berkonsep TOD


BATANG –Proses realisasi pengembangan rest area terpadu berkonsep Transit Oriented De velopment (TOD) di jalur Tol Trans Jawa ruas Kabupaten Batang menemui titik terang.

Setelah disetujui Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini M Soemarno pun mem - berikan respons yang sama saat meninjau lokasi TOD di KM 369 Desa Kedaung, Keca - mat an Ba nyuputih, Selasa (4/ 12). Rini hadir di Batang dalam kun jung an kerja resmi selaku Menteri BUMN. Selain TOD, dia juga me - ngunjungi pabrik cokelat di De - sa Wonokerso Kan deman, me - nin jau PLTU di Ujungnegoro, serta melihat ke siapan ruas Tol Trans Jawa se be lum resmi di - ope rasikan pa da akhir tahun. Konsep TOD merupakan ga gasan Bupati Batang Wihaji un tuk merespons peng ope ra - si an Tol Trans Jawa, terutama me lin dungi para pelaku usaha yang selama ini bergantung pa - da ak tivitas di jalur pantura.

Konsep itu akan memadukan tiga ke kuatan utama, yakni rest area, wisata, dan UMKM. Seusai melihat lokasi, Rini mengaku secara prinsip setuju de ngan konsep TOD. Selanjut - nya, kata dia, pihaknya akan membawa tim khusus untuk me lakukan survei karena ha - rus dihitung dan dianalisis se - ca ra cermat. Misalnya, soal la - han ter masuk konstruksi ta - nah nya seperti apa. “Prin sip nya, kita se tuju TOD, karena ha rus men da pat persetujuan dari Kemen teri an PUPR dan Bupati Batang sudah mengi rim kan usulannya ting - gal tung gu saja,” kata Rini. Bupati Wihaji mengatakan telah menyiapkan konsep yang tidak biasa. Di tempat tersebut akan dilengkapi dengan fasili - tas wisata ekosistem biota laut, hotel, sekaligus gerai usaha mi - kro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, lokasi TOD ini berada di KM 390 yang akan menempati 100 hektare lahan milik PT Perkebunan Na - sional IX di dekat Pantai Ce - long, Kecamatan Banyuputih. “Pem bangunan TOD ini ditak - sir menghabiskan dana ratus - an miliar. Saya yakin ini konsep baru, bahkan satu-satunya di Indonesia,” katanya. Wihaji mengatakan, kon - sep TOD ini merupakan bagian dari keberpihakan Pemkab Ba - tang ter hadap pelaku UMKM di dae rah setempat. Di lokasi itu, me nurutnya bakal ada wa - rung rak yat yang dikelola pe - laku usaha warga setempat.

“Lo kasi yang dipilih sangat in - dah karena pe mandangannya bisa melihat lang sung pantai. Selain itu, kon sep ini juga un - tuk menyela mat kan kuliner dan UMKM serta hampir mirip de ngan Japan Ori entide Inves - ment Net work,” ujarnya. Sementara itu, dalam kun - jungannya ke PLTU 2X1000 MW, Rini mengatakan, pro - gres nya sangat baik karena pro yek ini sudah lama diproses sebe lum Presiden Joko Wido - do me mimpin. “Proyek ini ter - ta han oleh banyak hal, ter uta - ma ma sa lah pembebasan la - han. Tapi, Alhamdulillah, bisa berjalan lancar,” ujarnya. Dia menegaskan, rencana - nya Oktober 2019 akan diuji co ba pengoperasian namun ba ru 1000 MW untuk meng - aliri lis trik Jawa-Bali yang akan me nolong defisit listrik.

“PLTU menjadi kesempatan besar ba - gi Kabupaten Batang bagai ma - na memanfaatkan industri su - paya bisa berkembang di Ba - tang, karena listriknya cukup se hing ga dapat menciptakan la pangan kerja,” ungkapnya. Bupati Batang Wihaji me - nga takan, dengan adanya sum - ber energi listrik di Batang, ra - tus an investor sudah banyak yang mengantre, baik dalam ne geri maupun luar negeri. “Be lum lama ini dalam acara Cen tral Java Investment Bu - siness Forum (CJIBF) 2018, saya su dah menandatangani letter of intent (LOI) dengan tiga perusa ha an yang nilainya mencapai Rp8,56 triliun, yang akan me nyerap tenaga kerja se - banyak 5.000 orang,” katanya.

Berdasarkan data terakhir PT Bhimasena Power Indo nesia (PT BPI), progres proyek na - sio nal yang berkapasitas 1.000 MW x 2 unit dengan nilai kon - trak sebesar USD4,2 miliar itu mencapai 57,2% per 25 Sep - tem ber 2018 dengan target peng operasian unit 1 pada Mei 2020 dan unit 2 pada No vember 2020.

M yamin