Edisi 07-12-2018
Dua Pesawat AS Tabrakan, 5 Hilang


TOKYO– Lima prajurit Marinir Amerika Serikat (AS) hilang setelah dua pesawat militer bertabrakan dan jatuh ke laut saat latihan pengisian bahan bakar minyak di udara.

Salah satu tentara AS yang selamat dalam kondisi stabil dan telah berada di Kamp Marinir AS di Iwakuni. Korban kedua ditemukan sekitar 10 jam setelah kedua pesawat tersebut bertabrakan. Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, Pasukan Bela Diri hanya berhasil menemukan dua dari tujuh Marinir AS yang menjadi awak kabin kedua pesawat, yakni jet tempur F/A-18 Hornet dan KC-130 Hercules. Proses pencarian dan penyelamatan terhadap lima korban hilang terus dilakukan. ”Kita berencana untuk melaksanakan pencarian sepanjang malam,” kata Kepala Staf Bersama Pasukan Bela Diri Jepang Katsutoshi Kawano dilansir Reuters.

Insiden menambah daftar banyak kecelakaan pesawat militer AS pada beberapa tahun terakhir. The Military Times melaporkan, pada awal tahun ini kecelakaan pesawat meningkat hampir 40% pada 2013– 2017. Sedikitnya 133 prajurit AS meninggal dalam laporan tersebut. Para pemimpin Kongres AS menyebut hal tersebut sebagai ”krisis”. Mereka menyalahkan operasi tempur yang terus berlanjut dan kurangnya pelatihan. Selain itu, mereka mengkritik banyak peralatan tempur yang sudah berusia lanjut. Kecelakaan militer AS menjadi topik yang sensitif di Jepang, khusus bagi penduduk Okinawa, di mana ribuan tentara AS ditempatkan di sana.

Serangkaian kecelakaan pesawat militer AS menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mereka. Salah satu bagian helikopter AS jatuh di sebuah sekolah di Okinawa dan memicu ketegangan dengan penduduk lokal pada Desember 2017. Pada November 2018, pesawat FA/A Hornet jatuh di perairan di selatan Okinawa, pilot berhasil menyelamatkan diri. Banyak orang di Tokyo yang mengaku terkejut dengan kecelakaan pesawat tempur AS tersebut. Seorang perempuan Jepang mengungkapkan, ”Insiden tersebut sangat menakutkan”. Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengungkapkan, kecelakaan tersebut sungguh mengecewakan. ”Kita fokus untuk melakukan pencarian dan penyelamatan,” kata Iwaya.

Dia menambahkan, Jepang akan merespons dengan tepat setelah detail insiden tersebut telah diungkap. Duta Besar AS untuk Jepang William Hagerty mengucapkan terima kasih atas langkah penyelamatan dan pencarian yang dilakukan otoritas Jepang. Dia mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat latihan pengisian bahan bakar di udara. ”Saya berduka bagi keluarga dan kolega Marinir yang menjadi korban dalam tragedi ini,” kata Hagerty pada sebuah acara di Universitas Waseda di Tokyo. ”Mereka mempertaruhkan hidupnya setiap hari untuk melindungi Jepang dan melindungi kawasanini. Saya inginmenekankan aliansi keamanan ini sangat penting dan bergerak menuju arah yang tepat,” ujarnya.

Korps Marinir AS menyatakan, insiden tersebut terjadi pada Rabu(5/12) waktusetempatpada pukul 02.00. Insiden itu terjadi sekitar 320 km dari perairan Jepang. ”Dua pesawat meluncur dari Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni untuk melakukan latihan reguler saat insiden tersebut terjadi,” demikian keterangan Korps Marinir AS.

Andika hendra