Edisi 07-12-2018
Mendorong Inovasi Milenial pada Industri Digital


REVOLUSI industri 4.0 hangat dibicarakan dalam berbagai diskursus belakangan ini. Terma suk Presiden Joko Widodo pada berbagai kesempatan sering menyampaikan tentang pentingnya kesiapan menyambut tren industri baru ini.

Sebetulnya revolusi industri 4.0 ini memiliki banyak sekali perspektif, tergantung dari arah mana kita menggambarkan. Pa - ling tidak tren terbaru ini memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dari sekuel revolusi industri sebelumnya. Revolusi industri 4.0 mulai menyentuh soal kecepatan, kemudahan akses, digitalisasi dan anti ke mapanan atau dalam dunia aka demis sering disebut dengan istilah post-modernism. Pada awal 1960-an Marshall McLuhan memperkenalkan sebuah konsep Global Village atau Desa Global. Waktu itu tentu pendapat ini dianggap tidak realistis, namun kini rasanya adagium tersebut terjabarkan se - cara gamblang.

Dunia kini seolah menjadi sebuah desa kecil yang satu dengan lainnya dapat terhubung begitu mudahnya, layaknya seorang tetangga de - ngan tetangga di desanya. Apaapa yang terjadi di Amerika pada saat ini, itulah yang kita da pat - kan informasinya di Indonesia saat ini juga. Itulah yang terjadi pada se - rambi pembuka menuju tren ini. Ke depan pasti akan lebih ba nyak kejutan soal teknologi in dustri yang akan membuat kita tercengang. Inilah sebuah keniscayaan yang dapat dimanfaat kan sebaik mungkin ter utama oleh generasi milenial. Is - tilah milenial ini merujuk pada generasi yang lahir antara 1980-an hingga 2000-an yang tidak bisa dilepaskan dari tek - nologi informasi terutama in - ternet.

Masyarakat ini sangat ti dak asing dengan peng gu - naan me dia baru, sebutlah me - dia sosial. Keadaan generasi milenial inilah yang dapat menjadi pe - luang besar sebab sangat ber - irisan dengan konsep-konsep yang ada dalam revolusi in dus tri 4.0. Kaum milenial harus mam - pu tampil ke depan me man faat - kan situasi terutama soal pe - luang industri gaya baru yang bisa diciptakan sendiri pada geng - gaman tangannya. Ke an dalan anak muda Indonesia da lam du - nia digital sudah terbukti de - ngan tampilnya empat start up milik anak bangsa de ngan status unicorn. Go-Jek di dunia trans - portasi, Traveloka di dunia pa ri - wisata, Bukalapak dan To ko - pedia di dunia e-commerce.

Kondisi ini seharusnya mampu me - ng inspirasi kaum milenial yang lain untuk tergugah sebab para pencetus inovasi tersebut juga lahir dari kalangan milenial. Menghadapi tren revolusi industri ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, sikap optimisme sebagai gene - ra si milenial harus dipupuk be - tul-betul. Sikap ini jika di kem - bangkan akan turun bersamaan dengan keyakinan menjadi ke - beranian untuk memulai aksi da lam rangka turut andil me - man faatkan peluang revolusi industri 4.0.

Kedua, inovasi sangat dibutuhkan dalam me lahir kan karya-karya terbaik dan solutif dalam memecahkan ber - bagai persoalan di lintas sektor. Ketiga, mulailah aksi nyata, sekecil apapun itu pasti akan menghadirkan banyak manfaat, minimal lewat gawai yang kita miliki.

KABIR AL-FADLY HABIBULLAH
Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berita Lainnya...