Edisi 07-12-2018
MNC Asset Bidik Dana Pensiun Jadi Nasabah


JAKARTA - PT MNC Asset Management membidik sejumlah dana pensiun untuk menjadi nasabah perseroan. Salah satu strateginya dengan menggandeng Ikatan Dana Pensiun Islam Indonesia (IDPII).

Pada kesempatan tersebut, MNC Asset memberikan penjelasan komprehensif me nge nai Capital Market Outlook 2019 yang diikuti sekitar 17 dana pensiun. Dari acara ter se but diha rap - kan bisa menge du kasi para pe serta untuk meng ha dapi kon disi pasar keuangan pada 2019. CEO MNC Asset Management Frery Kojongian menga ta kan, kondisi pasar mo dal ta hun 2019 cenderung lebih po si tif untuk Market Ekuitas (sya riah) dengan memper tim bang kan ni lai wajar posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks saham sya riah Indonesia (ISSI) saat ini.

“Ki nerja emiten juga ber po tensi tum buh positif,” ujar Frery saat mem be rikan sam but an Capital Market Out - look 2019 di Jakarta ke ma rin. Tercatat, konstituen ISSI se - be sar 391 saham atau me ning - kat 7,1% secara year to date (YTD). Dari segi kapitalisasi pasar, terjadi penurunan sebe - sar 3,7% menjadi Rp3.567 triliun pada akhir November. Ada pun untuk fixed income lebih netral dengan pertimbang an tren kenaikan suku bunga glo bal dan nilai tukar rupiah yang relatif melemah. Me nurut dia, tantangan utama yang harus dihadapi hingga tahun depan antara lain tren naik nya suku bunga global, ri siko perang da gang Amerika dan Chi - na yang berlanjut, serta kondisi po litik menjelang pil pres 2019.

Selain itu, defisit tran saksi yang membengkak akibat naiknya harga minyak dunia juga masih menjadi tan tangan. “Indo nesia masih meng hadapi tan tangan defisit neraca transaksi berjalan,” imbuh nya. Selain investasi, MNC Asset Management juga edukasi mengenai reksa dana berbasis syariah kepada semua nasabah. Dia memaparkan, rek sa dana berbasis syariah me mi liki po - tensi yang sangat besar pada masa mendatang. “Reksa dana berbasis sya riah potensinya sa - ngat besar, mengingat masya rakat di Indonesia mayoritas beragama Islam,” imbuhnya. Berdasarkan data OJK, jumlah reksa dana syariah me ningkat 21,4% year to date dan nilai aktiva bersih reksa dana syariah meningkat 19,8%.

Saat ini terda pat 221 reksa dana syariah dengan nilai aktiva bersih se besar Rp33,9 triliun. Jumlah terse but meningkat dibandingkan 2017 dengan jumlah 182 reksa dana syariah dan nilai aktiva bersih Rp28,3 triliun. Sementara itu, Ketua IDPII Eko Priyono menyatakan, sa - ngat berterima kasih kepada MNC Asset Management, kare - na telah memberikan pen je las - an terkait investasi syariah. “Kami menyambut baik de - ngan adanya pemaparan dari MNC Asset Management. Pa - sal nya, kami sedang melakukan proses konversi ke dana syariah. Jadi, mau enggak mau kita ha - rus ke syariah seperti investasi syariah,” pungkasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen menambah kan, terkait saham syariah, pada tanggal 23 November 2018 OJK telah menerbitkan daftar efek syariah yang berisi 407 saham dan berlaku efektif pada 1 Desember 2018. “Jumlah tersebut mening - kat 6,5% dibandingkan akhir 2017 dengan jumlah 382 saham,” tambah dia. Sementara un tuk sukuk, hingga akhir November 2018 terdapat peningkat an jumlah sukuk outstanding sebesar 36,7% year to date dan nilai sukuk outstanding me ningkat 45,2%. Saat ini terdapat 108 sukuk korporasi outstanding dengan nilai Rp22,8 triliun.

Kunthi fahmar sandy