Edisi 07-12-2018
9 Pabrik Gula PTPN Dilikuidasi


JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding akan menyusun kembali operasional pabrik gula yang dimilikinya dengan mengefektifkan jumlah pabrik yang ada dari 41 menjadi 32 pabrik.

Total ada sembilan pabrik gula yang akan dialih fungsikan menjadi usaha lain. “Rencana ke depan ini, sesuai arahan Menteri BUMN Rini Soe marno kita akan me lakukan regrouping pabrik gula. Artinya, kita akan mencari pabrik gula de ngan skala ekonomi yang meng gu nakan teknologi yang sudah maju,” kata Direktur Utama PT Perkebunan Nu santara (PTPN) III Persero (Hol - ding) Dolly Pu lungan di Jakarta, kemarin. Menurutnya, kapasitas pro - duk si ke-32 pabrik gula tersebut ke mudian akan ditingkatkan men jadi minimal 4.000 ton cane per day (tcd). Dolly menyam pai - kan kapasitas produksi dari be - berapa pabrik gula tersebut ma - sih di bawah 4.000 tcd.

“Nantinya akan kami samakan standarnya, semua sama, minimal kapasitas pro duksinya 4.000 hingga 10.000 tcd,” ungkap Dolly. Ia menyebutkan PTPN Hol - ding akan mengalihfungsikan sembilan pabrik gula dengan ka - pasitas di bawah 4.000 tcd men - jadi tempat usaha lain. Misalnya sebagai hotel dan tempat pariwisata. “Kami tidak akan melakukan pemecatan kepada para karya - wan yang bekerja di pabrik gula tersebut, justru akan kami man - faatkan,” ujar Dolly.

Dengan de - mi kian kapasitas produksi di pa - brik gula milik PTPN akan me - ningkat menjadi sekitar 167.000 ton atau 202.000 tcd. Sebelumnya diberitakan, Ke - menterian Badan Usaha Milik Ne gara (BUMN) mendorong per - ce patan program revitalisasi pa - brik-pabrik gula yang dikelola BUMN PT Perkebunan Nusan - tara Grup dan PT Rajawali Nu - san tara Indonesia (Persero) un - tuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Deputi Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro me nga - ta kan revitalisasi yang dilakukan meliputi peningkatan efisiensi, kapasitas giling, perbaikan kua - litas gula, hingga hilirisasi produk.

“Hal ini dinilai penting dila ku - kan untuk mendukung program ketahanan pangan dan swa sem - bada gula nasional. Langkah ter - se but akan memangkas biaya pro duksi gula BUMN sehingga gula dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau bagi ma - syarakat. Namun tanpa me nge - sampingkan upaya peningkatan kesejahteraan petani, mitra, karyawan, maupun keuntungan perusahaan negara,” katanya. Wahyu menerangkan produksi gula BUMN hingga saat ini tercatat sekitar 1,16 juta ton yang terdiri atas PTPN Group sebanyak 856.000 ton, RNI 271.000 ton dan PT Gendhis Multi Manis (GMM) sebesar 35.500 ton.

Ant/heru