Edisi 08-12-2018
Pendidikan Harus Siap Hadapi Era 4.0


BALI –Proses pendidikan di Indonesia harus sudah siap menghadapi era pendidikan dalam revolusi industri 4.0.

Tidak hanya persiapan dari guru, juga stakeholder lain berbenah da lam meng hadapi perubahan teknik dan strategi pembelajaran. Hal ini mengemuka dari rekomendasi yang dihasilkan International Symposium on Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL) yang diselengga rakan di Bali.

Kesimpulan yang mengemuka, yaitu tentang proses dan model belajar perubahan pada era pendidikan 4.0 adalah harus ada proses bermain, belajar, dan bekerja di dalam satu waktu yang sama. Selain itu, juga gamifikasi, e-commerce, virtual, dan belajar dari dunia maya lainnya.

Juga strategi dan teknik belajar harus fokus pada pelajar de ngan memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan inovatif. Keterampilan teknologi informasi komunikasi (TIK) juga harus diajarkan di tingkat dasar untuk memperkuat keteram pilan sains dan teknologi (sainstek), permesinan, dan ma tematika.

Selanjutnya juga diperlukan konten baru yang dibutuhkan siswa tanpa perlu meng ubah kurikulum atau me nambahkan pelajaran baru. ISODEL juga memberikan rekomendasi untuk guru terdiri atas peningkatan kompetensi sesuai dengan standar, terutama dalam literasi digital untuk e-learning, e-administrasi, dan e-career.

Sementara rekomendasi untuk pemerintah daerah yakni penerbitan kebijakan yang men dukung Revolusi Industri 4.0 untuk Pendidikan. Kepala Pusat Teknologi In for masi dan Komunikasi Pen didikan dan Ke budayaan (Kapus tekkom) Kemendikbud Gogot Suhar woto mengatakan, revolusi indus tri 4.0 tidak hanya mendekati, tetapi sudah terjadi dan men jadi bagian dari kehidupan.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita di sektor pendidikan, mulai guru, kepala seko lah, dinas pendidikan, pemerintah pu sat dan daerah, serta pe mangku kepentingan lainnya agar dapat menyesuaikan dengan per ubahan zaman yang cepat,” katanya saat penutupan ISODEL di Badung, Bali, kemarin.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud melihat keber adaan TIK menjadi peluang dan tantangan. TIK menurut Mendikbud, membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan efek tif, atau lebih mudah dan se der hana.

neneng zubaidah