Edisi 08-12-2018
TKN Jokowi-KMA Kumpulkan TKD 34 Provinsi


JAKARTA – Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan program calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bisa mendongkrak angka elektoral adalah program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu Tim Kam panye Nasional (TKN) meng utama - kan narasi-narasi positif dalam menggenjot ting kat elektoral. Wakil Ketua TKN Jokowi- KH Ma’ruf Amin (KMA), Abdul Kadir Karding, mengatakan, upa ya pemenangan yang dilakukan adalah dengan terus membangun narasi kampanye dengan nadapositif yang mengacu pada keberhasilan program-program kerja Jokowi yang telah dirasakan masyarakat.

Misalnya menunjukkan kepada publik pembangunan ja lan di desa-desa yang dibangun dengan Alokasi Dana Desa (ADD), pertumbuhan ekonomi masyarakat, pertum buh an usa ha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perbaikan irigasi, dan program-program prorakyat lainnya.

“Itu yang akan kita kapitalisasi kedepan karena itu nyata, bukan bohong atau ho aks,” ujar Karding di sela work shop TOT yang dihadiri TKD dari 34 provinsi di Jakarta kemarin. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pihaknya menargetkan kemenangan besar di seti ap daerah.

Karena itu, untuk daerah-daerah yang pada Pil pres 2014 lalu Jokowi kalah atau persaingannya ketat, pihaknya terus menggenjotnya. Setidaknya ada 10 daerah yang perlu mendapatkan perhatian le bih, di antaranya Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Suma tera Utara, dan Gorontalo.

Untuk penguatan di sejumlah daerah yang dinilai perlu perhatian lebih, menurut Karding, caranya dengan terus fokus untuk mengepung daerahdaerah tersebut melalui serangan udara, darat, dan memacu pada semangat para relawan dan calon anggota legis latif (caleg).

“Seluruh potensi pemenangan kita kerahkan un tuk me menangkan daerah-daerah yang kita petakan masih tipis (perolehan suara Jokowi) atau bersaing ketat,” tuturnya. Direktur Program TKN Aria Bima menambahkan, relawan parpol dan seluruh caleg baik caleg DPR maupun DPRD di seluruh Indonesia untuk dapat menyosialisasi berbagai hal mengenai kesuksesan kinerja Jokowi.

Berbagai track record yang sudah dikerjakan Jokowi dan apa yang akan dikerjakan Jokowi-KMA ke depannya, akan diintegrasikan. “Kita bangun narasi-narasi bukan yang menyebarkan kebencian, bukan narasi fitnah, bukan hoaks yang tak mencerdaskan dan tidak membangun peradaban dalam kita berdemokrasi.

Hal-hal yang terkait narasi-narasi yang tidak membangun se mangat ke bersamaan kita dalam berdemokrasi, di dalam Apps Jokowi sama sekali tak kita muat atau tak kita isi,” tutur nya. Pihaknya ingin menyuguhkan konten narasi yang smart, mencerdaskan, dan meng hindari bentuk narasi permu suh an atau perkelahian.

“Mengenai hal politik kebohongan, genderuwo, sontoloyo, saya kira itu ha nya menegaskan bah wa kita tidak itu. Bahwa Pak Jokowi- Kiai Ma’ruf, Tim TKN bukan dengan cara berbohong,” katanya.

Sementara itu Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono mengatakan, sejauh ini sumber pendanaan untuk pemenangan Jokowi-KMA berasal dari dana gotong-royong sembilan parpol koalisi dan sumbangan rela wan. “Dari teman-teman TKN, kemudian sumbangan dari semua partai, sementara ini belum ada yang dari luar,” tutur nya.

abdul rochim