Edisi 08-12-2018
WSI Fokus Penguatan Keluarga


JAKARTA –Wanita Syarikat Islam (WSI) merayakan hari jadi (milad) satu abad kemarin. Dalam usia satu abad, WSI akan tetap fokus melakukan kegiatan penguatan masyarakat terutama program penguatan ketahanan keluarga.

Dalam pandangan WSI, keluarga merupakan tonggak pen ting dalam kehidupan manusia. Jika keluarga harmonis, tumbuh kembang anak akan berjalan dengan baik. Dengan demikian, akan lahir para penerus bangsa yang kuat baik secara lahir maupun batin.

“Alhamdulillah wa syukurillah pada hari ini kita diberi rah mat menyelenggarakan acara puncak peringatan milad 100 tahun Wanita Syarikat Islam. Satu abad, sebuah perjalanan wak tu yang sangat panjang dan tidak akan pernah berulang karena usia 100 tahun itu hanya terjadi satu kali saja dalam ke hi dupan kita,” kata Ketua Umum WSI Valina Singka Subekti da lam sambutannya dalam acara Peringatan Puncak Milad Satu Abad WSI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Valina mengatakan, surah Al-Hujurat ayat 13 menunjukkan bahwa betapa egaliternya ajaran Islam yang tidak membedakan warna kulit, suku maupun ras dan jenis kelamin. Islam, agama yang penuh kasih sa yang, mengedepankan perlindungan terhadap hak asasi manusia, prinsip persamaan, kebebasan, keadilan serta musyawarah mufakat.

Oleh karena itu, semua ben tuk diskriminasi ter hadap perempuan dan segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus kita hapuskan bersama-sama. “Dalam kaitan ini, Wanita Syarikat Islam mendukung sepenuhnya untuk segera direalisasikannya UU penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Sangatlah urgen melihat kepada data semakin meningkatnya tindak kekerasan mulai dari KDRT, pelecehan, dan tindak pe merkosaan serta kasus incest yang sungguh sangat menyesakkan dada,” ungkapnya. Kemudian, lanjut Valina, Kom nas HAM Perempuan juga mengungkap angka perceraian yang semakin meningkat 10 tahun terakhir ini.

Oleh karena itu, menjadi urgen dan prioritas untuk membangun programprogram penguatan ketahanan keluarga untuk memperkuat fondasi keluarga sebagai basic institution untuk melahirkan sum ber daya manusia yang cerdas, berkualitas, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Dalam kaitan ini, sambungnya, WSI mengusulkan perlunya cuti hamil melahirkan ditingkatkan dari 3 bulan menjadi 6 bulan dan 9 bulan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi negara.

“Di samping itu, juga penting mendorong semakin banyak perempuan terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik. WSI turut memperjuangkan terwujudnya kuota 30% perempuan dan masih harus terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tambahnya.

Kemudian, Menteri Agama (Me nag) Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan selamat kepada WSI dan meng ungkapkan rasa syukurnya atas ulang tahun WSI yang ke-100 tahun, karena sangat jarang ada ormas Islam yang berusia sampai dengan 100 tahun apalagi, ini merupakan organisasi perempuan.

“Saya merasa bersyukur bahwa WSI telah berusia 100 ta hun. Ini sesuatu yang patut kita syukuri, tidak biasanya organisasi kemasyarakatan Islam yang bisa mencapai usia 100 tahun, apalagi organisasi perempuan,” kata Lukman dalam sambutannya.

Lukman juga menyambut baik bahwa ada program WSI untuk memperkuat ketahanan ke luarga. Menurutnya, ketahanan keluarga sesungguhnya hal yang amat sangat mendasar dan perempuan menjadi posisi yang luar biasa didalam keluarga karena, perempuan itu sekolah dalam makna luas, pendidikan bagi setiap anak manusia yang pertama dan utama.

“Saya meminta WSI memfokuskan pada ketahanan keluarga, sekarang ini perceraian grafiknya terus meningkat, perkawinan yang hakikatnya sakral sebagian anak-anak kita menganggap perceraian itu bu kan sekedar tidak kecocokan ta pi sesuatu yang direncanakan, sebagai style.

Jadi memang tan ta ngannya sangat besar,” ujarnya. Kemudian, lanjut Lukman, Kementerian Agama juga su dah membuat modul pen didi kan pra nikah agar pasangan suamiistri kelak memiliki be kal yang cukup sebelum memasuki bahtera rumah tangga.

Dia mengakui bahwa selama ini ku rang fokus memberikan pen didikan terhadap orang tua dan lebih fokus pada pendidikan anak. “Pendidikan anak memang sangat penting tapi pendidikan orang tua juga sangat penting. Menjadi orang tua, menjadi ibu tanpa proses pendidikan dan perencanaan.

Oleh karena itu, pendidikan orang tua ini perlu menjadi perhatian,” tuturnya. Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak WSI untuk bersama dengan MPR menjadi pelopor pemilu damai di tahun politik ini, karena pemilu ini merupakan kontestasi sesama saudara satu tanah air.

Dan kalau ada perbedaan, biarlah itu terjadi di bilik TPS (tempat pemungutan suara) saja. “Di tahun politik ini, saya meng ajak (WSI) sebagai pimpinan MPR ayo sama-sama men jadi pelopor pemilu yang damai, pemilu yang menggembirakan, pemilu yang friendly, persahabatan, ini persaingan antarsaudara,” kata Zulhas.

kiswondari