Edisi 08-12-2018
China Bakal Kalahkan Dominasi AS


BEIJING - Persaingan dunia penerbangan makin ketat. China berpotensi mengalahkan Amerika Serikat (AS) sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia pada 2022.

Beijing kini sedang membangun dan memperluas 74 bandara yang akan selesai proses pembangunannya pada 2020. Seluruh bandara di China akan mengakomodasi lebih dari 720 juta penumpang setiap ta hun. Hal itu menunjukkan pertumbuhan proyek infrastruktur bandara di China berkembang pesat seiring dengan meningkatnya pergerakan dan lalu lintas warganya di domestik atau in ternasional.

Melansir CNN , salah satu proyek yang menarik perhatian adalah Bandara Internasional Da xing di Beijing. Proyek bernilai miliaran dolar itu rencananya akan dibuka pada September 2019. China memang berambisi untuk menjadi pintu gerbang global.

Bandara Internasional Beijing sudah terlalu padat dan tidak memenuhi kapasitas penumpang. Maskapai penerbangan tidak bisa lagi menambah rute baru penerbangan. Lebih dari 95 juta penumpang saja yang bisa ditampung di tiga terminal Bandara Internasional Beijing, bandara kedua tersibuk setelah Harts - field-Jackson, Atlanta, AS.

Hadirnya bandara baru seluas 700.000 meter persegi bertujuan meningkatkan pertumbuhan. “Di China, segala sesuatu di kaitkan dengan pertumbuhan ekonomi,” kata CEO Q&A Consulting Guo Yufeng. Q&A Consulting merupakan konsultan penerbangan yang melakukan kajian terhadap bandara baru itu.

“China membutuhkan sesuatu yang baru yang bisa meningkatkan pertumbuhan,” paparnya, di lansir WRAL . Bandara Internasional Da xing didesain oleh mendiang ar sitek Zaha Hadid dan para mi tranya dari China. Bandara itu me miliki empat landasan ter bang dan terminal dengan luas 97 lapangan sepak bola pada pembukaan fase pertama.

Bandara itu ditargetkan mampu me nam pung 72 juta penumpang dan dua ton kargo setiap tahun pada 2025. Bukan hanya itu, Bandara Internasional Daxing juga akan dikembangkan dengan tujuh landasan terbang serta bisa menampung 100 juta penumpang dan empat juta ton kargo setiap tahun.

Proyek kon s truksi senilai USD11,5 miliar dibangun sejak 2014 de ngan melibatkan 40.000 pe kerja yang saat ini sudah dalam tahap penyelesaian. Pembangunan terminal ban dara yang akan menjadi karya besar Hadid hampir selesai.

Bangunan itu memiliki pencahayaan alami dari atap jendela yang transparan sehingga bisa menghemat penggunaan lampu. Terminal itu disebut dengan “bintang laut” karena berbentuk seperti binatang tersebut jika dil ihat dari ketinggian. Bangunan itu memiliki lima cabang yang terhubung kebagian utama.

Itu ber tu juan agar penumpang tidak terlalu jauh berjalan. Mak lum, banyak penumpang di bandara besar umumnya se ring mengeluhkan capek ber ja lan karena terminal yang ter lalu besar dan luas. Oto ritas bandara menjanjikan jarak antara pos pemeriksaan keamanan hanya 600 meter dari gate pener bang an.

Tantangan terberat dalam pembangunan bandara adalah masalah tanah. Beijing harus membebaskan lahan sekitar dua pertiga luas Manhattan. “Namun, dengan merekrut arsitek yang hebat dan beberapa firma konsultan, kamu akan mendapatkan desain yang baik,” kata pakar infrastruktur dari Universitas Hofstra, Jean-Paul Rodrigue.

Bagaimana respons para pejabat China? Mereka menyatakan masyarakat dan wisa ta wan internasional tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut. Para pejabat otoritas China menyatakan Bandara Daxing bukan sekadar bandara, melainkan merupakan hub transportasi yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Bandara itu akan ter ko neksi dengan kereta super cepat, layanan trans portasi an tarkota, dan kereta ekspres yang terhubung dengan sta siun di Beijing. Pihak lain mengkritik bahwa bandara baru itu juga akan memperburuk penundaan penerbangan di Beijing.

Selama ini, banyak bandara di Beijing dikenal memiliki performa buruk dalam urusan pe nundaan penerbangan. Mengapa penundaan penerbangan menjadi hal yang maklum terjadi di China? Itu disebabkan militer China mengontrol sepenuhnya wilayah udara China.

Me reka tidak akan memberikan ruang bermanuver bagi maskapai penerbangan, meskipun oto ritas Bandara Daxing mengklaim desain landasan pacu dibuat untuk meningkatkan efisiensi operasional di udara.

andika hendra