Edisi 08-12-2018
BTN Kolaborasi dengan Empat Startup


JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dengan empat startup untuk mendukung bisnis perseroan.

Empat startup tersebut yakni KYCK!, Manpro, Gradana, dan Buildeco. “Saat ini kami berkolaborasi dengan empat startup ini untuk mendukung bisnis, di antara nya mempercepat pelayanan kepada nasabah. Kalau untuk akuisisi masih perlu kajian lebih lanjut,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono di selasela acara Digital Start Up Connect 2018 di Jakarta yang merupakan kolaborasi antara Bank BTN dan Plugn Play dan Young On Top kemarin.

Maryono mengungkapkan, untuk kolaborasi dengan KYKC! akan mempermudah na sabah BTN mengisi data dalam pembukaan rekening tabungan. Dengan penggunaan teknologi optical character recognition (OCR) pembukaan rekening tabungan hanya memerlukan foto KTP.

Kemudian dengan Manpro, BTN bekerja sama dalam penggunaan aplikasi monitoring pem bangunan proyek perumahan agar sesuai dengan rencana anggaran biayanya. Sementara dengan Gradana, BTN bekerja sama dalam KPR autoapproval untuk pasar properti.

Di mana Gradana akan membantu debitur dalam pencicilan uang muka KPR. “BTN dan Gradana bekerja sama dalam pembelian properti. BTN memberikan pencairan berdasarkan analisis kredit dan Gradana memberikan pencairan sejumlah uang muka kepada debitur,” paparnya.

Sementara dengan Buildeco, lanjut Maryono, BTN akan bekerja sama dalam portal perdagangan elektronik untuk pembelian bahan bangunan bagi mitra perseroan untuk mendukung program sejuta rumah, program konstruksi, dan program infrastruktur lainnya.

“Dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat di Indonesia, perkembangan start up semakin pesat, terutama e-commerce dan financial tech nology karena itu perbankan harus memanfaatkan mereka sebagai peluang bisnis sekaligus mitra untuk meningkatkan layanan digital perbankan,” katanya.

Menurut Maryono, BTN akan melakukan sejumlah strategi untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Strategi pertama, bermitra dengan Plugn Play Indonesia dalam mencari perusahaan-perusahaan startup yang akan dijadikan sebagai strategic partner Bank BTN untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan Bank BTN dalam bertransformasi digital.

“Disrupsi ekonomi tidak da pat dihindari, selain mengoptimalkan perputaran dana dari para unicorn di ekosistem di gital, perbankan pun harus fleksibel membuka peluang kerja sama dengan startup dan fintech untuk meningkatkan service excellence layanan perbankan,” kata Maryono.

Strategi kedua adalah penguatan e-channel, BTN akan fokus meningkatkan kolaborasi dengan e-commerce dan fintech. Salah satunya dengan men jadi e-commerce acquirer, meng ingat transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh sangat pesat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya mengatakan, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai startup demi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN.

Saat ini perusahaan Indonesia sudah menjadi unicorn di ASEAN, seperti Traveloka, Bukalapak, Toko pedia, dan Go-Jek. “Dari tujuh uni corn di ASEAN, empatnya ber asal dari Indonesia dan saya yakin jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, selain pengembangan ekonomi digital, dia meminta kepada Badan Eko nomi Kreatif (Bekraf) untuk menyinergiskan antara per kembangan industri kreatif offline dan yang online . “Saya mencatat ada 62 juta usaha mikro dan kecil.

Ini kebanyakan masih offline perlu pembinaan dan sinergi agar mereka bisa melakukan branding dengan baik dan pengemasannya juga baik. Nah ini perlu bantuan dari perusahaan berbasis teknologi,” katanya.

rakhmat baihaqi


Berita Lainnya...