Edisi 11-01-2019
Negosiasi Buntu, Trump ke Perbatasan


WASHINGTON –Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkunjung ke Texas untuk menunjukkan kepada publik tentang krisis migran yang melanda negaranya.

Dia ingin menguatkan posisinya bahwa pembangunan tembok perbatasan senilai USD5,7 miliar (Rp80 triliun) memang tepat. Kunjungannya ke kota perbatasan McAllen, Texas, bertepatan dengan hari ke-20 shutdown atau kelumpuhan sebagian pemerintahan federal AS. Itu disebabkan Trump tetap bersikeras mengajukan anggaran tembok perbatasan, sedangkan politikus Partai Demokrat menolaknya. Rencana Trump membangun tembok perbatasan merupakan janji pada kampanye presiden 2016. Dia juga mengaku bangga bisa menutup pemerintahan karena memperjuangkan janjinya.

Tak segan- segan, dia mempertimbangkan status darurat nasional jika Kongres menolak anggaran tersebut. Langkah Trump bersikeras tentang shutdown dianggap ilegal, banyak pihak akan menggugatnya ke pengadilan. Meskipun Partai Republik ingin membangun tembok, tapi mereka tidak ingin mengambil anggaran militer untuk hal tersebut. Melansir Reuters, kunjungan Trump ke Texas didampingi Senator John Cornyn dan Ted Cruz dari Partai Republik. Cornyn juga menggelar diskusi dengan wali kota lokal, hakim, personel penegak hukum, dan siapa pun yang terlibat dalam isu perbatasan.

Sejak 22 Desember lalu, sebanyak 25% pemerintahan fe - deral AS, kecuali Departemen Pertahanan dan Kesehatan, mengalami kelumpuhan karena Kongres tidak mampu menyepakati anggaran untuk pemerintahan federal. Partai Demokrat di Kongres juga satu suara mendukung langkah Trump untuk tidak menandatangani pembukaan kembali pemerintahan hingga dana tembok perbatasan disepakati. Negosiasi yang digelar antara Trump dan petinggi Partai Demokrat mengenai shutdown berlangsung tegang. Trump meninggalkan perundingan tersebut. Petinggi Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengungkapkan Trump bangkit berdiri dan pergi begitu saja ketika Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan tidak akan menyetujui penda naan proyek tembok perbatasan.

”Dia (Trump) bertanya kepada Ketua DPR Pelosi, ‘Apakah Anda akan menyetujui tembok saya?’ Dia (Pelosi) berkata tidak,” kata Schumer. ”Dan dia (Trump) langsung berdiri dan berkata, ‘Tiada yang perlu kita diskusikan’. Kemudian dia langsung berjalan keluar,” kata Schumer. Schumer menambahkan, Trump sempat ”menggebrak meja” sebelum keluar dari ruang rapat di Gedung Putih. Namun, anggota Kongres dari Partai Republik, Steve Scalise, membantah. Menurutnya, tidak ada orang yang menggebrak meja saat itu. Demokrat menyatakan tingkah laku Trump menunjukkan kemarahan. ”Insiden itu menunjukkan Presiden AS yang pemarah,” ujar Pelosi.

”Seseorang yang mengatakan: Saya akan mempertahankan shutdown selama berpekan- pekan, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun hingga saya mendapatkan jalan sayaí. Itu bukan cara demokrasi bekerja, itu sungguh menyedihkan,” katanya. Wakil Presiden, Mike Pence, menuturkan kepada para wartawan bahwa dirinya ”ke - cewa” terhadap Partai Demokrat yang tidak bersedia terlibat dalam negosiasi dengan iktikad baik. Adapun Kevin McCarthy selaku Ketua Fraksi Republik di DPR menyebut perilaku petinggi Partai Demokrat ”memalukan”. Setelah pertemuan dengan Schumer dan Pelosi berlangsung, Trump menyebut tatap muka tersebut ”benar-benar buang waktu”.

Dalam cuitannya, dia mengaku mengatakan ”selamat tinggal” kepada kedua petinggi Demokrat itu. Trump mengungkapkan, imigran ilegal dan perdagangan narkoba ilegal menjadi krisis utama di perbatasan dengan Meksiko. Padahal data statistik menunjukkan jumlah imigran ilegal menunjukkan penurunan beberapa tahun terakhir. Sedangkan perdagangan narkoba umumnya melalui pelabuhan dan pintu masuk ilegal. Partai Demokrat menuding Trump menggunakan taktik ketakutan dan menyebarkan informasi yang salah tentang situasi di perbatasan. Selama ini konstituen Trump memang berasal di wilayah perbatasan.

Trump juga menegaskan bahwa Partai Republik bersatu mengenai isu krisis perbatasan. Delapan anggota Partai Republik di DPR mendukung mayoritas Demokrat untuk membuka Departemen Keuangan dan beberapa program lain, tetapi tidaktermasuk anggarantembok perbatasan.

Andika hendra