Edisi 11-01-2019
PKH Tahap Pertama Mulai Disalurkan


JAKARTA –Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 mulai dikucurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Pemerintah setidaknya mengucurkan anggaran Rp12,28 triliun untuk pencairan tahap pertama. Pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,65 triliun. “Tahun 2015 kita hanya memberikan anggaran hanya Rp5,4 triliun seluruh Indonesia. Tahun ini melompat tinggi sekali menjadi Rp32 triliun,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peluncuran Bansos PKH di GOR Ciracas, Jakarta, kemarin. Menurut Presiden, kenaik an anggaran bansos PKH ini me - rupa kan bentuk komitmen pe - merintah untuk meningkatkan kesejahteraan para KPM. Be sar - an PKH yang diterima KPM pun mengalami peningkatan. Jangan kaget kalau nanti dapatiniyangbaru. Dibukabiasanya Rp1.890.000.

Tadi di situ saya buka ada yang dapat Rp3,6 juta. Saya intip dibuka lagi sebe - lah nya Rp2,7 juta. Artinya tam - bah anitubanyaksekali. Ada yang dua kali lipat, ada yang satu se - tengah kali lipat,” ungkapnya di hadapan 1.115 KPM warga Keca - mat an Ciracas, Jakarta Timur. Namunbegitu, Jokowimeng - ingatkanagarparaKPMhati-hati menggunakan dana PKH. Dalam halini, KPMharusdapatme man - faatkan PKH sesuai dengan ke - tentuan. “Saya titip hati-hati peng gunaannya. Supaya yang kita inginkan bisa betul-betul mem berikan manfaat kepada keluarga penerima,” tuturnya. Tak hanya itu, Presiden juga berpesan kepada para pendam - ping PKH untuk melakukan pengawasan secara cermat. De - ngan demikian, bansos tersebut diharapkan dapat digunakan untuk hal-hal yang produktif.

“Saya minta SDM pen dam - ping PKH agar melihat betul ke - guna an dari keuangan yang ada. Se bagai contoh uang-uang ini haruspro duktif. Misalnyaun tuk beli telur, beli ikan, beli buku, beli seragam anak, beli sepatu. Itu un tuk anak-anak. Untuk beli rokok boleh nggak? Tidak boleh untuk beli rokok. Untuk bayar listrik juga tidak boleh,” paparnya. Lebih lanjut, Jokowi me nga - ta kan bahwa bagi KPM yang di - nilai sudah lulus maka tidak akan menerima program ban - sos ini. Maka itu, dia berharap dengan program ini dapat me - luluskan masyarakat sebanyakbanyaknya. KPM dinyatakan lulus jika sudah mencapai stan - dar ekonomi yang sejahtera.

“Tapi sekarang ini memang prosesnya baru membantu sebanyak-banyaknya agar yang lulus semakin banyak. Tahun 2018 ada 200.000 yang sudah lulus. Ya, kita menginginkan lulus semua, tapi paling tidak dua kali lipat,” tuturnya. Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meng - ungkapkan bahwa me mang ada peningkatan anggaran PKH pada 2019. Besaran PKH naik menjadi Rp32,65 triliun dari tahun sebe - lum nya yang hanya Rp17,52 triliun. PKH akan disa lur kan de - ngan empat tahap. “Penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada hari ini, bu lan Januari 2019 sebesar Rp12,28 triliun, sedang - kan tahap kedua dilaksanakan April, tahap ketiga Juli, dan tahap keempat Okto ber,” urainya.

Agus mengatakan tahun ini merupakan pertama kali dilak - sanakan penyaluran PKH d e - ngan skema baru. Seperti di ke - tahui, sebelumnya skema PKH disalurkan secara flat,sementara kali ini non-flat. “Dengan skema nonflat atau variasi, indeks ban - sos PKH tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan ke - luarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial se hingga jumlah bantuan yang diterima bervariasi tergan - tung dari komponen yang di - miliki,” jelasnya. Indeks bantuan sosial PKH tahun 2019 terdiri atas dua jenis bantuan, yakni bantuan tetap dan bantuan berdasarkan kom - ponen. Bantuan tetap setiap keluarga per tahun adalah Rp550.000 untuk PKH reguler, sementara untuk PKH akses atau untuk di daerah-daerah sulit sebesar Rp1 juta.

“Bantuan berdasarkan kom - po nen setiap jiwa per tahun ter - diri dari ibu hamil Rp2.400.000. Lalu anak usia dini 0-6 tahun Rp2.400.000, SD/sederajat Rp900.000, SMP/sederajat Rp1.500.000, SMA/sederajat Rp2.000.000. Terakhir penyan - dang disabilitas berat Rp2.400.000, lanjut usia 60 tahun ke atas Rp2.400.000,” paparnya. Mensos meng ung - kapkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada perluasan jum lah KPM pada 2020. Pening kat an ini merupakan bukti nyata pemerintah untuk memerangi kemiskinan.

Mudahkan Pencairan

Disela sela acara, Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni di - dampingi Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyo - wati menyampaikan bahwa BNI terus melakukan berbagai upaya untuk memudahkan KPM mencairkan dana Bansos PKH. Pencairan dapat dilakukan melalui Agen46 BNI yang berada di dekat rumah KPM, serta me - lalui ATM dan kantor BNI atau melalui bank Himbara (Him punan Bank Milik Negara) lainnya.

Ditambahkan Baiquni, ban - sos nontunai selain bermanfaat bagi KPM juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari para agen bank tempat transaksi bansos, yaitu warung kelontong yang ada di sekitar tempat tinggal KPM. “Setiap transaksi bansos dari KPM di Agen46 kami berikanfee danitudapatmenjadipeng hasilan tambahan dari warung yang men - jadiagenbank,” katanya. Saat ini BNI mempunyai 62.788 Agen46 yang berbasis warung/pedagang kelontongyang tersebar di seluruh Indo nesia. “Ke depannya terus kami tambah se - suai dengan kebu tuh an dan se bar - an KPM yang ada,” ujarnya.

Adi Sulistyowati menambahkan, sepanjang tahun 2018, BNI sudah menyalurkan Rp7,3 triliun kepada lebih dari 4,2 juta KPM di 468 kota dan kabupaten. Peluncuran kemarin diikuti KPM yang kini sudah graduasi mandiri Hesti Susilowati (pe da - gang sayur), Nurasiyah Jamil (usaha kue), dan Rokhayati (usa - ha jajanan pasar). Ketiga nya menjadi pengurus e-warong di wilayahnya masing-masing. Nurasiyah mengaku me - miliki tiga anak pada saat masuk menjadi peserta PKH di 2010. Saat itu uang bantuan PKH di - gunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Saat ini dua anaknya telah selesai SMA dan sudah bekerja. “Sekarang ting gal satu anak yang menjadi kom - ponen PKH yaitu anak SMA kelas 11. Uang PKH bisa saya sisihkan sebagai tabungan,” terangnya.

Dia mengaku aktif meng - ikuti pelatihan membuat kue kering yang diberikan oleh pen - damping melalui kegiatan per - temuan kelompok. Kini Nur - asiyah mulai merintis usaha dengan memanfaatkan dana bantuan PKH yang di ta bung - nya. “Alhamdulillah usa ha se - ma kin berkembang dan pada 2018 dengan kesadaran sendiri saya menyatakan keluar dari kepesertaan PKH,” tuturnya.

Dita angga/ hafid fuad











Berita Lainnya...