Edisi 11-01-2019
Pembuatan KIA di Tangsel Marak Pungli


TANGERANG – Tingginya animo masyarakat membuat kartu identitas anak (KIA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meraup keuntungan dengan menawarkan jasa titip (jastip) membuat KIA secara kolektif dengan tarif tertentu, mulai Rp50.000, Rp75.000, hingga Rp100.000.

Maraknya oknum yang me - nawarkan jasa titip ini di la - kukan karena warga enggan me ngantre selama berjam-jam sambil menggendong dan menuntun anak. Agung, 34, salah seorang warga mengatakan, banyak yang menggunakan jastip ka - re na dinilai lebih membantu. Umumnya, mereka yang me - na warkan jastip merupakan para pengurus RT dan kelu rah - an terkait. “Kalau di tempat saya dimintai uang Rp75.000 untuk mengurus KIA. Banyak yang mau karena warga terima beres,” katanya kemarin. Meski demikian, Agung mengaku anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) belum membuat KIA.

Dia mengaku bingung, kenapa KIA diwajibkan. Padahal, akta lahir sudah ada. Atas dasar itulah dirinya belum membuatnya. Hal senada diungkapkan, Azni, 30. Menurut dia, di ling - kungan rumahnya, pem bua t - an KIA secara kolektif dengan jas tip sudah mulai berjalan de - ngan tarif sebesar Rp75.000. “Warga tidak keberatan, karena memang lebih simpel. Tidak perlu ribet antre gen - dong-gendong bayi dan me - nuntun anak. Biasanya di - mintai Rp75.000. Tetapi ada jugayangdimintaiRp100.000,” jelasnya. Sama dengan Agung, Azni mengaku belum punya KIA ka - re naengganmengantredanme - lihat KIA masih belum ter lalu pen ting bagi anaknya yang ma - sih bayi.

“Belum sempat saja. Si - buk di rumah. Saya ini ibu ru - mahtangga. Memangwaktucu - kup banyak, tapi habis meng - urus kebutuhan di ru mah. Jadi belum sempat bikin,” paparnya. Sementara Anita mengaku tidak yakin dengan jastip di lingkungannya. Karena, KIA yang dijanjikan tidak kunjung jadi. “Di tempat saya juga ada, bayar Rp75.000. Tetapi tidak per nah jadi-jadi. Makanya saya jadi malas buat KIA pakai jas - tip. Apalagi, bayarnya juga lumayan,” sambungnya. Menanggapi maraknya jas - tip, Kepala Dinas Ke pen du - duk an dan Catatan Sipil (Dis - dukcapil) Kota Tangsel Dedi Budiawan me ngatakan, jastip pembuatan KIA tidak diper bo - lehkan ka re na masuk dalam ka - tegori pu ngutan liar (pungli).

“Supaya tertib, pembuatan KIA kolektif hanya bisa di lakukan melalui sekolah. Kami eng gak akan terima karena gratis. Kolektif hanya lewat sekolah karena untuk meng - hin dari adanya pungli,” sam - bungnya. Saat ini baru ada 100 se kolah yang bisa melakukan pe - layanan kolektif pembuatan KIA. Menurut dia, ada banyak al ternatif agar warga tidak antre. “Saya bingung sama war - ga. Apa susahnya kolektif via sekolah. Sudah ada 100 se ko - lah kok. Warga suka aneh. Banyak pilihan, tapi milih yang su sah yang antre. Ada kolektif, online, kenapa enggak tempuh itu,” jelasnya.

Hasan kurniawan











Berita Lainnya...