Edisi 11-01-2019
Penataan Jalur Hijau di Jaksel Butuh Rp2,5 Miliar


JAKARTA - Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan akan menata jalur hijau di tiga lokasi pada tahun ini agar lebih asri dan indah.

Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan Yuswardi mengatakan, rencananya jalur hijau yang ditata berada di kawasan jalur mass rapid transit (MRT), koridor Transjakarta XIII Tendean-Ciledug, serta Jalan Lenteng Agung. Saat ini instansinya tengah me lakukan perencanaan me - lalui pihak ketiga, termasuk menggambar konsep untuk dibuat rencana anggaran biaya (RAB). “Pengajuan DPA se be - sar Rp2,5 miliar untuk jalur hijau,” ujarnya kemarin. Kepala Seksi Kehutanan Su - ku Dinas Kehutanan Ja karta Selatan Bambang Mu hir dan me nambahkan, penataan jalur hijau tidak memiliki tema khu - sus sebab hanya mengem ba - likan jalur hijau agar asri kembali sekaligus penyegaran tanaman.

“Penataan taman hijau ini tidak tematik. Saat ini mulai mengu - kur atau iden ti fikasi lokasi untuk data awal,” ucapnya. Di tempat lain, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ja karta Selatan melanjutkan pe nge ruk - an embung di Ke ba gus an RT01/ 03, Kelurahan Ke ba gusan, Kecamatan Pasar Ming gu. Pengerukan ditargeti se le sai hing ga empat bulan men datang. Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan, embung yang dikeruk memiliki luas 9.883 meter persegi. “Luas area yang sudah dibebaskan sebanyak lima bidang dengan seluas 7.926 meter persegi,” ujarnya.

Pengerukan embung seba gai daerah resapan air di wi la yah Kebagusan khususnya RW03 dan sekitarnya. Kasi Pe me li - haraan Sudin Sumber Daya Air Ja karta Selatan Fir man syah me - ngatakan, keda lam an pe nge - rukan bervariasi sekitar 2-4 me - ter, sementara lumpur hasil pe - nge rukan di buang di pinggir em - bung yang nantinya dapat di gu - nakan sebagai jalan ins peksi. “Se - puluh petugas telah dikerahkan. Dua ekskavator ju ga membantu mem percepat pengerukan em - bung-embung itu,” ucapnya. Sebelumnya, Unit Penge lo - la Teknis Peralatan dan Per be - kalan (UPT Alkal) Dinas Sum - ber Daya Air DKI Jakarta me - ngajukan pengadaan 21 unit peralatan baru tahun ini guna mendukung upaya pe na ngan - an masalah banjir. Anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp50,2 miliar.

Kepala Unit UPT Alkal Di nas Sumber Daya Air DKI Ja karta Rudi Syahrul menga ta kan, peng adaan tersebut un tuk mempercepat proses pe nge ru - kan dan normalisasi wa duk, sa - luran air, serta sungai. “Pe nam - bahan ini untuk me nambah kekuatan alat berat yang ada karena penanganan antisipasi banjir dan genangan dibutuh - kan alat berat,” ungkapnya be - berapa waktu lalu. Alat berat yang diang gar - kan adalah ekskavator amfibi standar dengan kapasitas 15 ton sebanyak empat unit. Ke - mudian satu unit shelf loader dan lima unit dump pikap. Se - lain itu, 11 pompa mobile dan tambahan mesin press untuk selang hidrolik ekskavator sebanyak satu unit.

Secara keseluruhan, ada 541 unit peralatan berat yang telah dimiliki UPT Alkal di antaranya 226 dump truck kapasitas lima meter kubik, 76 dump truck kapasitas 22 meter kubik, dan 72 pikap. “Dari jum lah tersebut, 221 di antaranya merupakan pengadaan 2018 yakni 58 dump truck kapasitas lima meter kubik, 40 dump truck kapasitas delapan meter kubik, 24 pompa mobile ,” kata Rudi.

Helmi syarif