Edisi 11-01-2019
Perdana Menteri Taiwan Mundur


TAIPEI –Perdana Menteri (PM) Taiwan William Lai meng undurkan diri bersama seluruh kabinetnya kemarin. Pengunduran diri itu dua bulan sete lah kekalahan partai pro-kemer dekaan, DPP, dalam pemilu lokal.

Kekalahan dalam pemilu lo - kal itu menjadi tantangan besar bagi Presiden Taiwan Tsai Ingwen yang terus mendapat kritik di dalam negeri terkait agenda reformasinya dan mendapat ancaman baru dari China. Pengunduran diri Lai sudah banyak diperkirakan. Langkah ter sebut menjadi standar yang di la kukan di Taiwan bahwa pe - mim pin harus mundur saat partainya kalah dalam pemilu. DPP mengalami kekalahan besar pada No vem ber melawan opo sisi Kuo min tang yang dekat dengan China. Selain itu, sudah umum bagi kabinet untuk ikut mundur saat PM mundur.

“Waktu habis. Sa ya akan memanggil rapat ka bi net khusus besok dan mundur ber - sama seluruh kabinet,” pa par Lai kepada jurnalis di par le men. Dia menyatakan, Tsai telah menyetujui pengunduran dirinya. Tsai yang juga dari DPP di per - kirakan segera meng umumkan PM baru dan para menteri yang akan ditunjuk kemudian. Pre si - den Taiwan memilih PM yang mem bentuk kabinet dan me nge - lola pemerintahan sehari-hari. Para pengamat me nya ta - kan, Tsai yang akan meng ha da - pi pemilu presiden itu harus menggalang dukungan publik untuk kebijakannya terkait hu - bung an dengan China dan men - dorong ekonomi Taiwan di te - ngah konflik dagang Amerika Se rikat (AS) dan China.

Presiden China Xi Jinping bulan ini mengancam meng gu - na kan kekuatan untuk me - ngon trol kembali Taiwan dan mendesak reunifikasi dengan pu lau itu. Xi meningkatkan te - kan an kepada Taiwan sejak Tsai menjadi presiden pada 2016. Tsai menyatakan, pemerintahannya akan mengambil p e - la jaran dari kekalahan pemilu itu, tapi juga tegas membela de - mokrasi Taiwan menghadapi an caman China. Beberapa pi - hak di partainya meminta Tsai tidak maju lagi dalam pemilu. Tsai juga tidak secara langsung me nya ta kan bahwa dia akan maju lagi un tuk jabatan pre si - den pada 2020. Ketegangan terbaru dengan China itu menjadi hal negatif bagi Tai wan dan akan merusak eko nomi Taipei menurut laporan lem - ba ga rating Moody’s pekan ini.

Sebelumnya, militer Taiwan mengumumkan sejumlah la tihan perang skala besar dengan de - sain baru pada tahun ini un tuk melawan ancaman Chi na. Ke pa - la perencanaan Kemente ri an Per tahanan Taiwan Mayor Jen - deral Yeh Kuo-hui men je las kan, pasukan bersenjata Tai wan rutin menggelar latihan pe rang se ma - camitu, namunadayangbaruda - lam latihan mi liter tahun ini. “Latihan tahun ini disusun berdasarkan taktik baru untuk mempertahankan diri me la - wan kemungkinan invasi Chi - na,” ungkap Mayor Jenderal Yeh Kuo-hui, dilansir kantor be - rita Central News Agency.

Syarifudin