Edisi 11-01-2019
Polisi Temukan Aliran Dana Rp2,8 M


SURABAYA–Nilai transaksi kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel ternyata sangat wah. Polisi menemukan aliran dana sebesar Rp2,8 miliar yang diduga hasil transaksi prostitusi online.

Aliran dana tersebut berasal dari penelusuran rekening ko - ran milik dua tersangka, yakni ES dan TN. Polisi pun hingga kini terus mendalami aliran da - na itu dengan memanggil se - jumlah saksi. “Dengan nilai transaksi yang begitu besar, kami yakin bahwa bisnis prostitusi online ini sa - ngat besar. Kami masih akan te - rus mengembangkan temuan ini,” kata Kepala Kepolisian Da - e rah Jawa Timur (Kapolda Ja - tim) Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Surabaya, ke - marin. ES dan TN diketahui ber pro - fesi sebagai mucikari artis dan model sejak 2017. Keduanya ditangkap pada Sabtu (5/1) di tempat berbeda.

ES ditangkap bersama Vanessa di salah satu hotel bintang lima di Surabaya, sedangkan TN diamankan di Jakarta. Berdasarkan keterangannya di hadapan penyidik, tersangka ES memiliki 45 koleksi artis yang bisa di-booking. Bahkan, TN mempunyai 100 model yang bisa diajak kencan guna me - muas kan laki-laki hidung be - lang. Tarif booking untuk para model ini bervariasi mulai dari harga Rp25 juta. Sedangkan banderol termahal bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kapolda Jatim menyatakan pihaknya akan memanggil se - jumlah saksi lain untuk mem - per kuat adanya dugaan bisnis prostitusi online. “Kami akan pang gil para saksi ini untuk kami periksa sebagai penguat adanya dugaan bisnis prostitusi online,” katanya.

Rencana Polda Jatim akan memanggil lima saksi terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel. Tiga saksi berstatus mo - del, yakni AC, TP, dan BS, se - mentara dua lainnya artis, yakni ML dan RF. AC, TP, dan BS dipanggil se - bagai saksi untuk tersangka TN. Sementara ML dan RF dipanggil untuk memberikan kesaksian - nya tentang tersangka ES. Keli - ma saksi itu diduga kuat terlibat dan mengetahui adanya bisnis prostitusi online yang dijalan - kan kedua tersangka. Dalam menjalankan bisnis prostitusi online, kedua mu-ci - kari tersebut melakukan pem - ba gian keuntungan dengan anak buahnya, baik itu artis atau model, dengan jumlah ber vari - asi. Ada yang 25% dan 30%. Se - belum pemesan dilayani, ter le - bih dulu harus menyerahkan uang muka sebesar 30%.

Dalam perkara ini, kedua ter - sangka dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang per ubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 junto Pasal 506 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak Rp15.000.

Kuasa Hukum Vanessa Mundur

Sementara itu, setelah Mu - hammad Zakir Rasyidin, kuasa hukum artis Vanessa, yakni Gun tual Laremba dan Tuty Ra - hayu Laremba, juga mengun - durkan diri dari posisinya seba - gai kuasa hukum Vanessa dalam kasus dugaan prostitusi artis. DidepankantorSubditVSi ber Ditreskrimsus Polda Ja tim, Gun - tual mengaku kecewa de ngan Vanessa lantaran memberi kete - rangan berbeda kepada Zakir. Sebelumnya Zakir da lam konferensi pers beberapa waktu lalu menyebut tidak ada barang bukti yang diamankan polisi, di antaranya aliran dana transfer dan barang bukti lain, seperti kondom dan celana dalam.

“Padahal barang bukti yang diamankan polisi itu ada semua. Kami tahu karena kami men - dam pingi langsung Vanessa saat diperiksa di Polda Jatim. Nah, Vanessa memberi kete - rang an berbeda pada rekan ka - mi di Jakarta (Zakir Rasyidin) sehingga dia akhirnya menyam - pai kan kepada pers seperti yang disampaikan Vanessa kepada dia,” katanya, kemarin. Guntual menegaskan, te - mu an polisi di lapangan itu be - nar adanya, di antaranya polisi mendapati Vanessa di salah satu kamar hotel bersama se - orang pria. Terkait kabar bahwa kedatangan Vanessa ke Sura ba - ya dalam menghadiri undangan untuk menjadi master of cere - mony (MC), menurutnya itu ti - dak benar.

“Masak nge-MC di da lam kamar hotel bersama pria,” katanya heran. Diketahui, PoldaJatimmeng - amankan Vanessa di salah satu hotel bintang lima di Sura baya pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Artis FTV itu di tang - kapsetelahTimSiberPoldaJatim memantau adanya transaksi pros titusi di hotel tersebut. Vanessa diduga terlibat da - lam kasus prostitusi. Dari hasil keterangan di hadapan penyi - dik, tarif Vanessa sekitar Rp80 juta. Polisi juga menyita sejum - lah barang bukti seperti kon - dom, seprei hotel, dan celana da - lam warna ungu. Saat ini sta tus Vanessa adalah saksi kor ban.

Lukman hakim