Edisi 11-01-2019
Presiden Perintahkan Kejar Pelaku Teror KPK


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons cepat kejadian teror di kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Presiden pun langsung me merin tahkan aparat kepolisian untuk mengejar pelaku. “Kemarin siang sudah saya perintahkan langsung ke Ka - polri untuk menindak dan menyelesaikan ini dengan tuntas. Karena menyangkut intimidasi kepada aparat penegak hukum kita. Saya rasa tidak ada tole - ransi untuk itu. Kejar dan cari pelakunya,” ujar Presiden Jo - kowi sesuai meninjau Gudang Bulog di Jakarta kemarin. Menurut Kepala Negara, pe - laku teror harus dicari agar jelas siapa yang mendalanginya. Mes ki demikian, Presiden tetap meyakini jika pemberantasan korupsi tidak akan berhenti karena teror semacam ini.

“Tapi, saya yakini pembe ran tas - an korupsi tidak kendur dengan teror seperti ini,” ujarnya. Tidak hanya itu, Jokowi juga mengatakan telah meme rin - tahkan agar ada peningkatan pengamanan. Dalam hal ini ti - dak hanya untuk pimpinan, te - tapi juga untuk penyidik. “Kan sudah diperintahkan se muanya dijaga dari sisi ke aman an. Ter - utama penyidik dan se luruh ko - misioner KPK,” pa par nya. Kapolri Jenderal Pol Tito Kar - navian mengatakan, Polri akan membentuk tim khusus untuk menangani dan meng ungkap te - ror yang menimpa pimpinan KPK tersebut. Kasus ini, menurut Tito, menjadi per hatian khusus bagi polisi. “Kita sudah perintahkan Kabares krim, Kapolda Metro Jaya, dan Kadensus Antiteror un - tuk ke TKP dan segera melakukan peng ungkapan,” katanya di FISIP UI Depok kemarin.

Kapolri pun menyatakan keprihatinan atas peristiwa ter - sebut. Setelah dibentuk tim, Kapolri berharap agar kasus ini segera terungkap. Setelah dila - ku kan olah tempat kejadian per kara (TKP) diketahui ada be - berapa petunjuk menarik. Namun, Kapolri enggan menyebut petunjuk tersebut. “Kita berdoa semoga bisa cepat terungkap. Ada beberapa petunjuk yang menarik. Bila mungkin KPK juga membentuk tim yang ber - gabung dengan kami untuk mengungkap ini. Supaya pe na - nganan kasusnya betul-betul bisa transparan,” ujarnya. Kepala Divisi Hubungan Mas yarakat Polri Irjen Pol Mo - hammad Iqbal memastikan tas yang tergantung di pagar ru - mah Ketua KPK Agus Rahardjo berisi bom palsu.

“Bahwa ada ancaman teror benda itu diduga mirip bom setelah tim bekerja semua barang bukti di lokasi kita kumpulkan, diidentifikasi, dianalisis secara ilmiah, itu fake bomb , bom palsu,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Berdasarkan pemeriksaan terhadap tas itu ditemukan sejumlah barang yang menye ru pai bom, namun tidak di te mu kan de tonator dalam tas ter se but. “Memang ada sejenis para lon, ada juga kabel-kabel, ada baterai, tetapi tidak merupakan satu rangkaian, firing devices yang se - layaknya bom, deto na tor, tidak ada sama sekali. Di temukan juga serbuk semen pu tih, tapi setelah dianalisa Pus-lab for Bareskrim Polri, BKN ex plosive , bukan black powder TATP (Triaceton tri pero - xide ),” ungkap Iqbal.

Karena itu, Polri kemudian menyimpulkan bahwa yang ditemukan di lokasi kediaman pimpinan KPK itu adalah bom palsu. Dia menduga tas berisi barang-barang menyerupai bom itu digunakan hanya untuk menakut-nakuti saja. “Tapi kita terus bekerja, mengusut siapa pelakunya,” ujar Iqbal. Setelah kejadian teror, apa - rat kepolisian meng gan da kan penjagaan dan pengamanan di dua lokasi kediaman pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan, ada enam orang personel yang ber - jaga di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo.

Mereka ada yang me - ngenakan pakaian dinas leng - kap maupun berpakaian pre - man. “Rumah ketua KPK kami jaga, ada enam personel 24 jam kita jaga, pakaian dinas ada, pakaian preman juga me man - tau. Di-backup dengan patroli dari polsek dan Polres Bekasi,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya kemarin. Pengaman juga dilakukan di kediaman Wakil Ketua KPK La - ode M Syarief di kawasan Kali - bata, Pancoran, Jakarta Se latan. Namun, Argo tidak me nyebut be - rapa personel anggo ta ke po li sian yang dikerahkan untuk meng - amankan lokasi. “Sama dengan yang dilakukan di Polres Jakarta Selatan. Kami memberikan jaminan keaman an,” paparnya. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyatakan, teror ke rumah dua pimpinan KPK adalah bentuk nyata teror terhadap pembela hak asasi ma - nusia di sektor antikorupsi.

Ketika teror sudah sampai level pimpinan KPK maka telah me - nunjukkan adanya ke ber ulang - an akibat ketiadaan hukuman atau impunitas terhadap pe la - ku penyerangan pekerja HAM di sektor antikorupsi. Apalagi, sebelumnya ada penyiraman air keras terhadap Novel Bas we - dan setelah lebih dari satu ta - hun tidak ada penyelesaian. “Pihak kepolisian harus se - gera mengungkap pelaku dan da lang di balik teror ini. Insiden ini juga harus menjadi cambuk bagi polisi untuk menuntaskan investigasi aktor-aktor di balik serangan terhadap Novel Bas - we dan, termasuk terhadap me - re ka yang memiliki tanggung jawab komando,” ujar Usman.

Dita angga/ r ratna purnama/ sabir laluhu