Edisi 11-01-2019
Rutan Surakarta Ricuh, 12 Napi Dipindahkan


SOLO – Kericuhan terjadi di Rutan Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Sekelompok orang mendatangi rutan yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Solo itu.

Aparat keamanan dikerah - kan untuk mengendalikan situ - asi yang memanas. Pasukan dal - mas berjaga di depan pintu ger - bang dan membuat pagar betis pengamanan. Polisi bersenjata dan menggunakan sepeda mo - tor trail juga bersiaga di lokasi. “Tadi di dalam (lapas) saat jam besuk ada miskomunikasi antarpenghuni lapas. Sempat terjadi benturan fisik, tapi bisa kami redam di sana,” kata Wa - kapolresta Solo AKBP Andi Rifai di depan Lapas Lapas Kelas I Sura karta, Jateng, kemarin. Suasana di dalam rutan kini telah kondusif dan masyarakat diharapkan tenang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pi - hak lapas, termasuk upaya me - mindahkan napi yang terlibat keri butan.

Sementara itu, sua - sa na mulai mereda ketika orang-orang yang mendatangi lapas beranjak pergi. Humas Las kar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono me - nga ta kan, kejadian bermula saat puluhan orang menjenguk di rutan. Saat itulah selisih pa - ham terjadi dengan napi lain, se - dangkan massa datang di depan lapas untuk melerai dan menge - luarkan pengunjung. “Kami berharap kenyaman - an pengunjung dan tahanan bisa dirasakan sehingga tak ter - jadi keributan,” ungkap Endro. Sementara akibat dari ke ja - dian itu, sekitar pukul 14.30 WIB se jumlah napi terlihat dipindahkan dari Rutan Solo. Pe min dah - an pertama tampak satu orang dibawa menggunakan kendaraan baracuda de ngan pengawalan ketat.

Sedang kan pemindahan kedua di lakukan terhadap lima napi, dan pemindahan ketiga ada enam orang. Meski sudah ada pemin dah - an napi, suasana tetap tegang sehingga aparat keamanan dari Polri dan TNI terus berjaga di lo - kasi. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, para napi yang ter libat keributan dipindahkan ke dua lokasi berbeda, yakni ke Lapas Sragen dan Lapas Sema - rang. “Sehingga diharapkan tidak terjadi gesekan lagi dan sua sana menjadi lebih kon dusif,” terang Agus.

KepalaRutanKelasISura karta M Ulin Nuha mengatakan ter - dapat 12 napi yang dipin dah kan ke lokasi lain sebagai dam pak keributan. Peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman antara pembesuk dan warga binaan.

Ary wahyu wibowo/ ahmad antoni