Edisi 11-01-2019
Sejumlah JPO Jakarta Dipercantik


JAKARTA–Pemprov DKI Jakarta berencana mempercantik 10 jembatan penyeberangan orang (JPO) di sejumlah jalanan utama.

Hal ini untuk memaksimalkan fungsi fasilitas umum tersebut sekaligus menarik minat pejalan kaki agar menggunakan JPO dan tidak menye berang sembarangan. “Ada 10 JPO yang akan di re - vitalisasi, tapi untuk lokasinya masih dalam pembahasan, yang pasti akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Kepala Seksi Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam A. Nugraha, kemarin.

Pada 2018 lalu, lima JPO di Ja karta telah direvitalisasi. Rinciannya tiga JPO di Jalan Jen - deral Sudirman, yakni JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK), dan JPO Bundaran Senayan atau Ratu Pl a za. Sedangkan dua JPO lainnya, yakni JPO Jelambar, Ja - karta Barat, dan JPO Dr Sumarno, Jakarta Timur. Imam mengaku masih mendata JPO yang akan direvitalisasi. Selain itu, pihaknya juga akan membuat desain yang se - suaikan dengan karakteristik lingkungan JPO itu. JPO di Jalan Jenderal Sudirman mi - sal nya, konsep modern terlihat dengan bentuk kotak-kotak minimalis. Begitu juga dengan JPO GBK yang dibuat kotak bergelombang menunjukkan gelora dan semangat.

Imam menyebutkan, JPO Jem batan Gantung, Ceng ka - reng, Jakarta Barat, masuk ren cana revitalisasi 10 JPO yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, JPO akan dibuat natural lan tar an di tem pat itu terdapat po honpohon dan Kali Ceng ka reng Drain. “Biar natural, tapi kon - sepnya modern. Po kok nya, kami bikin semenarik mung - kin pem ba ngun an di sana,” ucap nya. Selain di JPO Jembatan Gan tung, kata dia, revitalisasi juga akan dilakukan di JPO Gro - gol, Jakarta Barat. Sayangnya, Imam enggan memberikan pen jelasan secara detail me - ngenai rencana pembangunan JPO itu. “Ya, itu (JPO Grogol) juga direvitalisasi,” katanya. Selain akan merevitalisasi JPO, kata Imam, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga akan me nambah sejumlah JPO.

Ha nya saja mengenai itu, Imam tidak merinci berapa jumlah dan lokasinya. Pantauan KORAN SINDO, JPO Bundaran Senayan tampak indah dan nyaman. Kilau lampu membuat JPO itu semakin cantik dan banyak dijadikan se - bagai spot foto oleh para peng - guna. Dengan ornamen kayu, JPO terlihat jauh berbeda di - bandingkan dengan sebelum direvitalisasi. Atap dan pembatas dibuat meng gunakan solid polycharbon ate sehingga lebih transparan. Tidak hanya itu, JPO ini juga sangat ramah untuk pe nyan - dang disabilitas karena dise dia - kan dua lift di kanan dan kiri jembatan. Melewati jem batan utama sepan - jang 68 meter, pe jalan kaki akan disinari lampu te ma ram saat malam hari. JPO Bundaran Senayan yang kini memasuki tahap finishing kini siap digunakan.

“Rencananya peresmian 15 Januari mendatang. Pokoknya, cocok banget untuk spot foto dan instagramable banget,” kata Inspektor PT Permadani Katu - lis tiwa Nusantara (PKN) Pris Febrian Adlis. Sementara di JPO Gelora Bung Karno (GBK), pemba - ngun an masih berlangsung. Pada JPO GBK corak kotak-ko - tak minimalis dibuat spiral memberikan kesan semangat yang menggelora sehingga se - ma kin mempercantik JPO ter - sebut. Sedangkan untuk JPO Polda Metro Jaya terlihat main bridge masih belum terpasang. Meski demikian, rancangan JPO sudah terlihat dengan tang ga yang terpasang di sisi kanankiri. “Semoga ini JPO cepat se - lesai, kalau lewat bawah agak seram karena kendaraan melaju sangat kencang,” kata Susi, 38, pe jalan kaki.

Pegawai swasta yang bekerja di kawasan SCBD ini sudah ti - dak sabar menunggu JPO itu ram pung. Sebab selama ini di - rinya harus berjalan jauh seusai turun dari Bus Transjakarta. Sekalipun terdapat pelican cross di antara JPO GBK dan Polda Metro Jaya, namun hal itu tak membantu. Sebab jarak pelican cross itu jauh sehingga melelahkan. “Apalagi kalau siang hari, cuaca agak terik banget,” tu - turnya. Kondisi serupa juga terjadi di JPO Jembatan Gantung. Ham pir dua tahun JPO di biar - kan rusak. Tanpa JPO, nyawa pejalan kaki yang akan meng gu - nakan moda transportasi Bus Transjakarta terancam.

“Sudah beberapa tahun JPO ini nggak dipakai. Pengguna Trans jakarta harus menyeberang. Ini ber bahaya,” kata Gerdi, 28, peng - guna jalan.

Yan yusuf