Edisi 11-01-2019
Swasta Didorong Garap Investasi Kereta Api


JAKARTA - Pemerintah terus mendorong sektor swasta agar bisa terlibat aktif dalam investasi-investasi pengembangan perkeretaapian.

Ada beberapa proyek percontohan adanya keterlibatan swasta, antara lain pe ngembangan KA Jakarta-Bo - gor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dan KA Makassar-Pare-Pare. Pelibatan swasta ini me nurut Menteri Perhubungan (Men hub) Budi Karya Sumadi me rupakan format yang baik dan sebaiknya dapat terus di te - rap kan pada proyek per ke re ta - api an lainnya. “Saya berharap pi hak swasta bisa masuk dalam ske ma pengelolaan, agar yang mengerjakan pembangunan ter kait perkeretaapian tidak ha - nya pemerintah,” jelasnya di Jakarta kemarin. Pada proyek KA Api Jabo debek, pihaknya menugaskan PT Kereta Api Indonesia memin - jam pada pihak swasta dengan suatu bunga tertentu untuk melakukan investasi. Pe me rintah kemudian membayar availa bi lity payment.

“Ini sudah ber - jalan dan inilah format yang ti - dak hanya mengandalkan pe - me rintah, namun juga swasta,” tambahnya. Selain itu, kata Budi, pem ba - ngunan Kereta Api Makassar- Pare-Pare juga telah dilakukan be berapa segmen dan sudah di - ten tukan pemenang. “Saya cu - kup terkejut karena pihak swas - ta yang ingin ber kontribusi da - lam proyek Kereta Jabodebek dan Kereta Makassar Pare-Pare itu banyak sekali seperti dari Ko rea, Jepang,” katanya. Menhub menjelaskan, salah satu akses okupansi kereta api juga harus didukung dengan ada nya integrasi antarmoda. Guna merespons hal ini, nan ti - nya, akan disusun skema inte - grasi transportasi agar semakin memudahkan masyarakat.

“Nan ti kalau kereta Jabodebek su dah jadi (rencananya pada akhir 2019), kereta tersebut dari Dukuh Atas bisa meng ang - kut penumpang dengan ber - bagai tujuan dan dengan biaya Rp12.000 saja penumpang bisa sam pai Cibubur,” paparnya. Kereta mass rapid transit (MRT) juga segera dioperasikan Februari ini. Dengan demikian, masyarakat dari Lebak Bulus bisa menggunakan moda ini sampai Dukuh Atas. “Dari Du kuh Atas, lalu bisa meman faat kan Kereta Api Bandara bila ingin ke Soe - karno-Hatta. Kalau ke dua ang - kutan tersebut bisa ter sambung dari Dukuh Atas, saya yakin bahwa okupansi Ke reta Api Bandara di atas 60%,” jelas dia.

Kereta api saat ini sangat dige mari masyarakat. Oleh ka rena itu, Menhub akan terus me - ningkatkan pengelolaan per ke - re ta apian. Seperti pada pe ning - katan kapasitas kereta rel listrik yang saat ini bisa menampung 1,2 juta penumpang. Ke depan, ka pasitas penumpang akan di - tingkatkan menjadi 2 juta orang. Kebijakan lain yang dila ku kan adalah menambah jumlah peron dan gerbong kereta api. Menhub mengharapkan dalam dua ke depan proyek ini tahun ini segera rampung. Lebih lan jut, Menhub juga menuturkan bahwa proyek yang saat ini ber langsung yaitu Kereta Api Se mi cepat Jakarta- Surabaya yang te lah disetujui untuk segera dibangun. “Untuk Kereta Api Jakarta- Surabaya, kita sedang finalisasi dengan Jepang agar difinalkan feasibility study (FS). Jepang akan memberikan pinjaman ke - pa da kita. Sudah disetujui pem - ba ngunannya,” terangnya.

Jika kereta ini beroperasi maka perjalanan Jakarta-Sura - ba ya nanti hanya ditempuh enam jam, sedangkan jika meng gunakan angkutan darat maka waktu tempuhnya men - ca pai 9-10 jam. “Sehingga ini akan memudahkan dan mem - be ri alternatif moda bagi ma - sya rakat,” kata Menhub. Gencarnya pemerintah Indo - nesia mengembangkan trans - portasi kereta api juga me ng - undang minat pelaku industri Malaysia. Hal ini ter ungkap da - lam kunjungan yang dilakukan oleh Asosiasi Indus tri Perkere ta - api an Malaysia (MARIC) yang di - pra karsai oleh agensi promosi da gang Malay sia (MATRADE) di Ja karta be lum lama ini. Indonesia dan Malaysia sa - ma-sama sedang mem ba ngun infrastruktur berbasis rel.

Ke dua negara juga telah lama meng - operasikan kereta api, baik di dalam kota maupun an tar - provinsi. Secara umum, Indo - nesia dan Malaysia juga memiliki banyak kesamaan. “Kami ingin berpartisipasi de ngan berbagi pengetahuan dan ke ahlian kami untuk mengem bang kan negara tetangga ka mi,” ujar Trade Commisioner MATRADE Mr Har Man Ahmad.

Hakim/sindonews