Edisi 11-01-2019
Tak Ada Batas Waktu Pemberian Suaka Remaja Saudi


BANGKOK – Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Marise Payne menyatakan, tidak ada jangka waktu untuk penilaian kasus remaja Arab Saudi Rahaf Mohammed al- Qunun yang lari ke Thailand mencari suaka.

Rahaf ke Thailand karena dia takut keluarganya akan mem bunuhnya. Badan peng - ungsi Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNHCR) merujuk Ra haf ke Australia untuk per - timbangan penampungan pengungsi. “Setelah rujukan UNHCR, Australia sekarang menuju langkah-langkah yang kami per lukan terkait proses pe ni - laian dan kemudian kapan itu selesai akan diumumkan,” papar Payne di Bangkok da - lam kunjungan yang telah di - jadwalkan sebelum kasus Ra - haf tersebut. Rahaf masih tinggal di hotel Bangkok dalam per lin - dungan UNHCR. Dia tiba di Thailand pada Sabtu (5/1) dan awalnya ditolak masuk. Dia ingin terbang dari Thai - land ke Australia untuk men - cari suaka.

Dia kemudian mulai meng - unggah sejumlah pesan di Twitter dari tempat transit di bandara Suvarnabhumi, Bangkok, yang menyatakan dia me - ninggalkan Kuwait dan hi dup - nya dalam bahaya jika dipaksa kembali ke Arab Saudi. Dalam beberapa jam, pe - san di Twitter itu menjadi viral karena di-retweet oleh ja ring - an aktivis online dan dunia melihat saat dia menolak naik pesawat ke Arab Saudi dan membarikade dirinya sendiri dalam kamar hotel lounge tran sit. Akhirnya pada Senin (7/1) malam, otoritas Tha i - land mengizinkannya masuk ke negara itu. Kunjungan Payne juga ter - kait kasus pengungsi lain yak - ni pemain sepak bola asal Bah - rain, Hakeem AlAraibi yang mendapat status pengungsi di Australia, tapi ditahan di ban - dara Bangkok tahun lalu se - telah tiba untuk liburan bulan madu.

Bahrain meminta dia di - eks tradisi dan dia pun dipen - ja ra menunggu proses peng - adilan untuk memutuskan kasusnya. Payne menggelar perundingan dengan Deputi Perdana Menteri (PM) Thai - land Prajin Juntong yang juga menteri kehakiman dan Men - teri Luar Negeri (Menlu) Don Pramudwinai. “Saya juga mengapresiasi peluang untuk mengangkat per hatian Australia tentang penahanan dan kemung kin - an pemulangan Hakeem Al - Araibi ke Bahrain. Peme rin - tah Thailand menyadari penting nya masalah ini bagi Aus tralia,” ungkap Payne se - telah per temuan itu, dilansir Reu ters. Hakeem didakwa mela ku - kan perusakan kantor polisi di Bahrain dan dihukum 10 ta hun penjara secara in absentia.

“Dia menyangkal se - luruh tu duh an pemerintah Bahrain,” ungkap pengacara Hakeem di Thail and, Nadtha - siri Bergman. “Dia akan dalam bahaya jika dikirim kembali ke Bah - rain,” papar Nadthasiri. Badan pengelola sepak bo - la dunia FIFA menyatakan, Ha keem AlAraibi harus dibe - ba s kan dan diizinkan kembali ke Australia tempat dia ber - main untuk klub sepak bola Melbourne, Pascoe Vale, pada Liga Australia.

Syarifudin