Edisi 11-01-2019
Dua Kapal Patroli Baru Jaga Pulau Terluar


JAKARTA –Kekuatan armada patroli TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga pulau ter luar di kawasan timur Indo nesia bertambah. Kemarin dua kapal patroli baru diserahkan kepada TNIALdiPantaiMutiara Indah, Jakarta.

Kapal produksi dalam negeri itu memiliki spesifikasi panjang 28 meter, lebar 6,2 meter dan mampu meng angkut 15 anak buah kapal (ABK). Kapal patroli ini dilengkapi dengan senjata mitraliur 20 mm yang berada di haluan, dan dua buah senjata 12,7 mm di buritan. Kapal ini ber bahan pelat aluminium alloy 5083-H116 dan aluminium alloy 6061. Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi menyatakan, kapal yang diberi nama KRI Limboto I- 8-33 dan KRI Wayabula I-12-14 itu akan ditempatkan di Pang - kal an Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo dan Morotai.

“Kapal ini dapat dipergunakan untuk menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya sebagai sarana patroli terbatas di wilayah kerja Lanal Gorontalo dan Lanal Morotai,” katanya saat serah terima dari PT Tesco Indomaritim selaku pembuat kapal. “Pengadaan KAL 28 M ter - sebut telah melalui mekanisme dan kriteria pembangunan ka - pal secara komprehensif mulai dari tahap desain, sampai de - ngan pembangunan serta diawasi oleh satgas dan biro klasifikasi dari Italia, sehingga diharapkan dapat memenuhi tingkat readiness dan sustainability yang memadai,” kata Lak samana berbintang dua itu. Kedua kapal selanjutnya di - serahkan kepada Komandan Lanal Gorontalo Letkol Laut (P) Tonny Sundah dan Koman dan Lanal Morotai Letkol Laut (P) Kariady Bangun.

Lebih Lanjut dikatakan Aslog KSAL bahwa pengadaan kapal patroliinimerupakanbagiandari Rencana Strategi (Renstra) TNI AL dalam upaya mewujud kan kekuatan pokok minimum 2010 sampai dengan 2024. Mulyadi mengharapkan ke - pada satuan penerima dan bintek terkait agar terus me - monitor kondisi teknis kedua kapal sehingga diharapkan da - pat dioperasikan secara mak - simal. Aslog KSAL juga me lantik Kapten Laut (P) Junaidi se bagai komandan KRI Waya bula dan Kapten Laut (P) Tim bul Nar koto sebagai koman danKRI Limboto.

PTDI Bakal Produksi Pesawat 50 Penumpang

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana memproduksi pesawat kelas sedang, ber - kapasitas angkut 50 pe num - pang untuk melayani kebutuhan penerbangan komersial. Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menjelaskan, saat ini PTDI sedang menyelesaikan tes uji coba untuk pe sawat N219 Nurtanio. Akhirtahuniniproses tes dan sertifikasi diharapkan selesai sehingga bisa mulai diproduksi massal. Setelah proses sertifikasi N219 selesai, pihaknya akan melanjutkan melakukan pe - ngembangan pesawat komer - sial yang lebih besar, ber kapa - sitas 50 penumpang.

“Kalau ini (N219) sudah beres, tahun ini kita bisa naik ke yang 50 pe - num pang atau N245,” kata Elfien di Bandung, Jawa Barat.

Sucipto/ arif budianto