Edisi 11-01-2019
Festival Janadriyah Tingkatkan Kewibawaan Bangsa


RIYADH - Festival Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi telah resmi ditutup. Indonesia yang menjadi tamu kehormatan dengan menampilkan aneka kekayaan budaya dinilai berhasil meningkatkan kewibawaan bangsa di hadapan masyarakat Arab.

Direktur Warisan Budaya dan Diplomasi Ditjen Kebu da yaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen dik bud) Nad jamuddin Ramly me nga takan, mendapatkan ke sem patan menjadi tamu ke hor matan di festival tertua di ne gara Teluk itu menjadikan salah satu diplomasi budaya yang sangat dahsyat. Menurutnya, pada kesempatan itu Indonesia menampilkan seluruh adidaya budaya bangsa yang beririsan dengan kultur Islam dan juga kontemporer. Perpaduan ter sebut mendapat apresiasi dari publik Arab.

“Festival Janadriyah ini merupakan diplomasi yang sangat dahsyat bagi Indonesia sebab selama ini Indonesia hanya dikenal dengan tenaga kerjanya saja. Setelah kita pentaskan seluruh kemampuan adidaya budaya bangsa, mereka kagum dan respek. Kita punya martabat di sini. Kewibawaan di hadapan raja,” katanya ketika ditemui di sela-sela penutupan festival, Rabu (9/1) lalu. Nadjamuddin mengatakan, Indonesia memperoleh banyak manfaat dari diplomasi budaya yang berlangsung sejak 20 Desember-9 Januari itu. Manfaat tersebut di antaranya dalam rang ka peningkatan layanan haji bagi jamaah Indonesia. Se lain itu, manfaat lain adalah mun cul - nya kesempatan untuk me ning - katkan kerja sama investasi.

Dia mengatakan, Festival Janadriyah merupakan batu loncatan untuk diplomasi budaya lainnya antarkedua negara. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Saudi dalam menyediakan ruang bagi ne gara lain untuk memamerkan kebudayaannya, sehingga kebudayaan Indonesia dari daerah lain berpeluang bisa turut dipamerkan di museum-museum di Arab Saudi. “Kita bisa melakukan pameran dan juga seminar sejarah ri salah Islam ke Indonesia de - ngan,” katanya. Selain itu, kata Nadja muddin, sebagai timbal balik pe - ngelola kota Madinah dan Makkah meminta Atase Pen didikan dan Kebudayaan (At dik - bud) RI di Riyadh untuk mem - berikan fasilitas agar Saudi bisa menggelar pameran di masjidmasjid besar di Indonesia seperti Istiqlal di Jakarta, Masjid Al Markas di Makassar, dan Masjid Maimun di Medan.

Pameran tersebut nantinya akan berlangsung selama sepekan di masing-masing kota. Sementara itu, Atdikbud RI di Riyadh Ahmad Ubeidillah mengatakan, sebagai langkah awal pihaknya ingin mempro - gramkan event-event dalam skala kecil di kampus-kampus. Se lain itu, akan digelar juga pa - mer an pendidikan untuk me - ngenalkan sekolah atau kam - pus terbaik Indonesia di Saudi. Penutupan Festival Jana dri - yah dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maf - tuh Abegebriel serta Direktur Umum Festival Ke b u dayaan dan Barang Pe ning galan Kerajaan Arab Saudi Suud Abdullah Rumi.

Pada kesempatan itu, Suud Abdullah Rumi mengaku terkejut dengan rangkaian seremonial penutupan Festival Janadriyah. Pasalnya, selama ini di negaranya tidak ada tradisi seremoni penutupan di festival seperti kemarin. Seremoni itu pula yang akhirnya bisa mem pertemukan para pejabat dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan pim pinan Kementerian Garda Nasional. Secara khusus, Suud Ab dullah Rumi mengapresiasi sukses nya Indonesia menjadi tamu kehormatan di festival yang telah digelar sejak 1985 itu. “Paviliun dan panggung Indo - nesia sangat menyedot pengunjung,” ungkapnya. Di luar paviliun, para pengunjung memberikan sambutan meriah kepada per tu njukan seni di panggung menghadirkan 75 pelajar Sekolah Indonesia Riyadh.

Pada pelajar itu sukses menampilkan sendratari kolosal yang meng ga - bungkan tari Badui dari Sleman dan tari Angguk Kipas dengan kreasi baru. Sendratari kolosal atau Colosal Dance Folklore tersebut diberi judul “Merah Putihku Indo nesia” . Pergelaran seni berdu rasi 13 menit itu me n ceritakan penyebaran agama Islam di Indonesia dan me nunjukkan keragaman atau ke binekaan budaya yang bersatu di bawah nama Indonesia. Untuk pertunjukan ini, panitia mendatangkan seniman asal DI Yogyakarta Wisnu Setyo Wicaksono sebagai koreo grafer, dengan asisten koreografer Endra Wijaya dan Bramantyo Fendi Prabowo, serta penata musik Prastowo.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel juga berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi, khususnya Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman yang telah menetapkan Indonesia sebagai tamu kehormatan. Pada kesempatan itu, Agus juga mengundang Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk bisa berkunjung ke Indonesia seperti yang dilakukan Raja Salman pada 2017 lalu. “Kami ber harap festival ini bisa membuat hubungan In donesia- Saudi yang sudah ter jalin erat bisa dikuatkan lagi,” ujarnya .

Neneng zubaidah

Laporan wartawan KORAN SINDO
RIYADH, ARAB SAUDI