Edisi 11-01-2019
HT Berharap PDIP Semakin Bermanfaat bagi Bangsa


JAKARTA - Gotong royong, bekerja bersama demi Indonesia yang adil, makmur, dan rakyatnya sejahtera adalah tujuan dari perjuangan sebuah partai.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-46 sekaligus Rakornas PDI Perjuangan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin. “Kita tidak boleh berhenti bergerak, kita harus ber go - tong royong perkuat per satuan kita untuk bumikan Pan - casila, un tuk bergerak ber sama men ja dikan Indonesia adil, makmur dan sejahtera,” kata Jokowi. Jokowi menuturkan bagai - mana para pejuang ke mer dekaan terdahulu berjuang un - tuk Indonesia dengan jerih pa yah dan darah mereka.

“Negara kita didirikan dengan penuh perjuangan oleh para pejuangpejuang kita, diperjuangkan dengan darah, dipertahankan dengan jerih payah, dan di - bangun dengan keringat,” ujar nya. Senada dengan hal ter - sebut, Ketua Umum Partai DPP Perindo Hary Tanoe - soedibjo (HT) yang hadir di acara tersebut mengatakan, ideologi dari berpartai tu - juannya adalah bersama-sama membangun bangsa mencapai cita-cita NKRI. “Kita bersama-sama mem - bangun bangsa, menjadikan Indonesia yang maju, Indo - nesia yang adil, rak yat se - jahtera, sehingga kalau tujuan jelas tentunya se ma ngat akan timbul. Jadi, itu yang penting. Kalau kita punya tu juan pasti, kalau kita punya harapan, pasti semangat itu akan ada,” kata HT.

Dalam kesempatan ter se - but, pria yang telah mengajar di 200 lebih perguruan tinggi di pelosok negeri tersebut mengucapkan selamat hari jadi untuk partai berlambang banteng moncong putih itu. “Tentunya, selamat ulang ta - hun yang ke-46 bagi PDIP, ten - tunya dengan usia yang makin banyak, PDIP harus semakin baik, semakin bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Mega - wati Soekarnoputri me-ne - kan kan pentingnya bagi kader partai untuk mengutamakan ke pentingan bangsa sebab partai bukanlah alat ke kuasa - an untuk digunakan personal.

“Sejarah mendidik kita untuk tidak lupa bahwa partai ini tidak didirikan sebagai alat ke - kuasaan personal. Partai ini dilahirkan justru sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia untuk mewujudkan cita-cita yang terpatri dalam Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi se lu - ruh rakyat Indonesia,” tan dasnya. Presiden Indonesia kelima ini menceritakan sejarah par - tai nya di hadapan seluruh ta - mu undangan yang hadir. Me - nurut dia, sejarah harus terus diceritakan, karena untuk meng ingatkan para kader agar mengetahui sejarah PDIP dalam berjuang.

“Sejarah ter sebut selalu saya sampaikan. Agar partai ini memiliki ingat an kolektif, dan komitmen tun taskan tugas sejarah,” ujarnya. Tampak pula hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, calon wakil presiden Maíruf Amin, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, mantan Wakil Pre si - den Try Sutrisno, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Dita angga