Edisi 11-01-2019
KPU Jamin Debat Lebih Dinamis dari Pilpres 2014


JAKARTA –Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin pelaksanaan debat calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu 2019 bakal lebih dinamis dibandingkan debat serupa pada Pemilu 2014.

Salah satunya karena porsi interaksi antarpasangan calon untuk melakukan tanya-jawab akan lebih banyak. Dalam debat perdana ber - tema hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme, KPU akan membagi pelak sanaan debat ke dalam enam segmentasi selama 90 menit. Segmen pertama akan diisi penyampaian visi-misi kedua pasangan calon, segmen kedua akan diisi pendalaman visi-misi isu HAM dan hukum, segmen ketigaakandiisipendalamanisu korupsi dan terorisme, segmen keempat dan kelima akan digunakan untuk menjawab pertanyaan dari masing-masing pasangan. Adapun segmen keenam akan diisi clossing statement pasangan calon.

“Debat ini akan sedikit berbeda dengan dulu. Sekarang jauh lebih terasa alur debatnya karena sejak segmen kedua sampai kelima itu sudah terasa debat. Beda dengan dulu, kalau dulu kan awal-awalnya hanya pertanyaan-pertanyaan, kalau sekarang sejak awal debat sampai empat sesi. Kalau pertama kan visi-misi dan segmen keenam closing statement,” kata Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Kemudian, lanjut Arief, dari empat segmen di mana ada tanya jawab ini pun terbagi dua, yakni segmen kedua dan ketiga tanya-jawab dengan panelis. Lalu segmen keempat dan kelima tanya jawab masingmasing kandidat. Untuk itu, ia membantah jika debat nanti akan seperti guyonan, hanya karena 20 pertanyaan panelis sudah diberitahukan sejak awal.

“(KPU) bukan mem bo corkan, KPU berikan kisi-kisi 20 pertanyaan. Tapi mereka (kan - didat) tidak tahu yang akan ditanyakan itu pertanyaan nomor berapa (karena diundi). Jadi mereka betulbetul harus memahami, bukan menghafalkan. Memahami persoalan terkait dengan hukum, HAM, ko rupsi dan terorisme,” tegasnya .

Wakil Ketua Tim Kam - panye Nasio - nal (TKN) Jo - kowi-Ma’ruf, Arsul Sani, menya - ta kan tidak khawatir dengan sejumlah pertanya an yang akan di - ajukan nanti. Dia me masti - kan Jokowi-Ma’ruf akan men - jawab dan men jelaskan semua - nya, ter masuk soal penyelesai an kasus-kasus HAM di masa lalu. “Kan TGPF itu bukan barang yang baru ada, pernah dilaku - kan, nanti kita jelaskan juga dalam konteks frame hukumnya dan dalam konteks penga - laman dari TGPF yang pernah ada di masa lalu,” katanya.

SBY Berikan Tips Khusus Debat untuk Prabowo-Sandi

Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawa - pres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Sala - huddin Uno (Prabowo-Sandi), mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus Presiden Keenam RI terkait persiapan debat capres pada 17 Januari nanti. Dalam pertemuan tertutup tersebut SBY memberikan masukanmasukan terkait debat publik perdana nanti, khususnya tips agar meraih simpati publik dalam debat.

“Hari ini Pak Prabowo dan PakSandiberjumpadenganSBY, untuk membicarakan ten tang visi-misi dan beliau berkonsultasi terkait per siap an debat perdana,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani seusai pertemuan di Kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, kemarin.

Kiswondari/mula akmal/ abdul rochim