Edisi 11-01-2019
Hadirkan Debat Santun untuk Pendidikan Politik


DEBAT calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) salah satu momentum yang paling dinanti masyarakat menjelang Pemilu 2019 yang akan digelar 17 April.

Debat tersebut akan menghadapkan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin serta capres dan cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Debat perdana akan digelar pada 17 Januari 2019. Debat yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan digelar dalam be be - rapa sesi dengan tema berbeda. Terlepas dari masalah polemik teknis pelaksanaan debat, pen - ting un tuk mencermati apa se - sung guh nya yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Debat capres merupakan ba - gian dari kampanye pemilu se - ba gaimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Yang dimaksud dengan kampanye pemilu adalah ke - giatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri peserta pemilu.

Tujuan dilak sanakannya debat adalah sebagai bagian dari pendidikan politik masyarakat. Sehingga masyara - katlah yang akan menentukan program visi dan misi capres manakah yang terbaik. Hanya saja, ketika mendengar kata “debat” seringkali yang ter pikirkan adalah tontonan kedua be - lah pihak yang saling beradu argumen yang diwarnai emosi, dan upaya saling menjatuhkan satu sama lain. Pada debat capres dan cawapres nanti hal seperti itu diharapkan tidak terjadi karena itu tidak sesuai dengan standar etika dan moral bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia adalah bang sa yang berdasarkan nilaini lai Pancasila. Sudah sep at ut - nya menjunjung tinggi sila ke III Pancasila yakni Persatuan Indonesia.

Hal ini menjadi penting di ingatkan agar kita mampu selalu mengelola perbedaan dalam kebersatuan yang me ng - eks presikan keberagaman. Se - hingga ini akan selaras dengan ungkapan Presiden RI pertama Ir Soekarno bahwa aktualisasi nilai-nilai etis kesetaraan dan per - saudaraan kemanusiaan dalam konteks kebangsaan akan menjadi perekat daripada kemajemukan keIndonesiaan (Yudi Latif, 2011). Maka dalam upaya meng awali mewujudkan persaudaraan ter - sebut diperlukan integritas dari setiap capres yang akan me lak - sanakan debat nantinya. Debat seyogianya tetap berjalan sesuai koridor dengan tujuan utama yaitu menyampaikan visi misi dan program yang akan dija lan - kan jika nanti terpilih.

Debat tidak untuk saling menjatuhkan atau mempermalukan lawan, melainkan untuk menunjukkan kelebihan apa yang dimiliki da - lam upaya mengatasi ber ba gai permasalahan yang dihadapi bang sa. Debat harus dimaknai sebagai upaya untuk mengenalkan diri sekaligus memaparkan apa saja yang akan dikerjakan nan ti. Ini penting agar masya - rakat tidak membeli kucing dalam karung. Demi terwujudnya pemilu yang demokratis dan ber in tegritas, upaya-upaya di atas harus konsisten dilakukan. De mokra - si akan terjaga kesantunannya jika seluruh komponen setia meng gandeng etika dan budaya politik yang sehat dan me nyehatkan.

ASRI REZKI SAPUTRA
Mahasiswa Fakultas Hukum. Universitas Muhammadiyah Malang



Berita Lainnya...