Edisi 11-01-2019
Pemerintah Tidak Naikkan Tarif Listrik


JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan tarif listrik tidak akan naik sampai akhir 2019.

Tidak adanya kenaikan tarif listrik bukan karena menjelang tahun politik. Direktur Jenderal Ke te na - ga listrikan (Dirjen Gatrik) Andy Noorsaman Sommeng me ngatakan, tarif listrik tidak naik bertujuan untuk menarik in vestor ke dalam negeri. De - ngan tarif listrik yang murah, maka semakin banyak investor yang menanamkan modalnya atau membangun pabriknya di Indonesia. Di sisi lain, dengan tidak di - naikkannya tarif listrik bisa men jaga daya beli masyarakat. Uang yang didapat masyarakat nan ti nya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Investor datang ke Indonesia me na nam - kan investasinya, bangun pabrik dalam ne geri karena tarif lis tri k - nya murah, listriknya ter jang - kau,” ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Ga trik, Ja kar ta, kemarin.

Sommeng menjelaskan, de - ngan tidak dinaikkannya tarif listrik, investor akan jauh lebih tertarik datang ke Indonesia. Sebaliknya jika tarif listrik se - makin mahal, maka investor jus tru akan lari ke negara te - tangga seperti Vietnam. Semakin banyaknya inves - tor yang datang, tentunya akan berdampak pada per eko no - mian Indonesia secara kes el u - ruh an. Karena semakin banyak investor, maka produksi dalam negeri juga semakin meningkat dan ekspor juga akan semakin besar. Tentu, jika semuanya te - realisasi, maka akan membuat neraca perdagangan Indonesia tidak lagi defisit seperti yang se - lalu dikeluhkan selama ini. “Kalau enggak, maka kalah de ngan Vietnam. Produksipro duksi dalam negeri akan se - makin kompetitif dengan ne - gara-negara lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kemen te - rian ESDM menargetkan ratarata konsumsi listrik nasional pada 2019 mencapai 1.200 kWh per kapita. Angka tersebut me mang relatif lebih rendah diban ding kan negara-negara tetangga se per ti Singapura dan Malaysia. Sommeng mengatakan, kon sumsi listrik di Malaysia sendiri sudah mencapai 4.000 kWh. Sementara di Singapura sudah mencapai 8.000 kWh per kapita. “Paling banyak ditanya target konsumsi listrik 1.200 kWh/ kapita. Memang masih kalah dari Malaysia udah 4.000 kWh per kapita, Singapura 8.000 kWh per kapita,” katanya.

Nanang wijayanto/ okezone