Edisi 11-01-2019
SBR005 Ditawarkan dengan Kupon 8,15%


JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) membuka masa penawaran Saving Bond Ritel Seri 005 (SBR005).

Instrumen investasi ritel ini dapat diperoleh dengan minimal pemesanan sebesar Rp1 juta dan maksimum pemesanan Rp3 miliar. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Loto S Ginting mengatakan, penerbitan SBR005 ditawarkan kepada masyarakat secara online (e-SBN) sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN ritel. Selain itu, dapat memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Loto mengungkapkan, terdapat 11 mitra distribusi (Midis) yang telah ditetapkan untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), di antaranya BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, BTN, PT Trimegah Sekuritas, Bareksa Portal Investasi, Tanamduit, Investree, dan Modalku.

“Jadi, sekarang calon investor bisa membeli SBR ini tidak hanya melalui bank, juga perusahaan financial technology,” ungkap Loto. Adapun masa penawaran yakni sejak dibuka kemarin pada Kamis (10/1) hingga masa penutupan pada 24 Januari 2019. Sementara untuk bentuk dan karakteristik obligasi ini tanpa warkat, yakni tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption). Untuk tanggal penetapan hasil penjualan, yakni 28 Januari, tanggal settlement 30 Januari, dan tanggal jatuh tempo yakni 10 Januari 2021. Sementara untuk jenis kupon, yakni mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

“Tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama, yakni 30 Januari 2019 sampai dengan 10 April 2019 adalah sebesar 8,15%, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon, yaitu sebesar 6% ditambah spread tetap 215 bps (2,15%)," beber dia. Adapun tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo. Dia memaparkan, penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 215 bps (2,15%). "Tingkat kupon sebesar 8,15% berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo,” katanya.

Adapun pembayaran kupon yakni tanggal 10 setiap bulan dan untuk pembayaran kupon pertama kali, yakni 10 Maret 2019. Berbeda dengan peluncuran surat berharga sebelumnya, kali ini DJPPR mengangkat tema “Kopi dan Investasi”. Menurut dia, para penggemar ataupun pengusaha kopi yang tengah populer di berbagai kalangan, diharapkan dapat tertarik memulai investasi di SBR005. Di sisi lain, PT Investree Radhika Jaya sebagai marketplace lending platform kembali menjadi mitra distribusi (MiDis) dalam memasarkan Savings Bond Ritel SBR005. Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menjelaskan, Investree ikut mendorong inklusi keuangan dan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

“Mengingat seluruh dana yang diterima melalui penerbitan SBR005 ini akan digunakan untuk menjadi salah satu sumber pendanaan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta untuk membiayai kegiatan- kegiatan pemerintah yang produktif, dalam hal ini membangun pendidikan Indonesia," jelasnya. Dia memaparkan, tahun lalu perseroan juga menjual Sukuk Tabungan Seri ST-002, di mana investor SBN di Investree didominasi oleh generasi muda dengan kisaran usia 21–35 tahun.

Kunthi fahmar sandy