Edisi 11-01-2019
Bursa Efek Indonesia Tambah Dua Emiten Baru


JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah dua emiten baru, yakni PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dan PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) yang masingmasing menjadi perusahaan tercatat ke-2 dan ke-3 pada tahun ini.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, setelah resmi tercatat di pasar modal, kedua perusahaan tersebut diharapkan dapat terus menjaga pertumbuhan kinerjanya. Dia juga menyampaikan agar perseroan bisa mempertahankan kepercayaan investor sehingga menjadi pilihan investasi bagi investor di pasar saham. ”Setelah resmi mencatatkan sahamnya, maka perseroan akan menjadi sorotan publik, diharapkan perseroan dapat terus menjaga pertumbuhan kinerja,” kata Hasan di Jakarta kemarin. Selain itu, menurut Hasan, perseroan juga didorong untuk lebih meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Pasalnya, hal ini menjadi salah satu patokan investor dalam memilih emiten di pasar modal Indonesia.

”Perseroan harus memelihara kepercayaan investor dengan cara pertumbuhan kinerja dan melaksanakan keterbukaan informasi sebagai tanggung jawab emiten,” ujarnya. Direktur Utama Estika Tata Tiara, Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan menawarkan sebanyak 376,87 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp340 per saham. Nantinya, perusahaan di bidang daging kemasan ini akan mendapatkan dana segar mencapai Rp128,83 miliar. BEEF menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek dalam aksi korporasi ini. ”Momen ini merupakan awal perjalanan perseroan untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang akuntabel, serta transparan dan bertanggung jawab kepada seluruh investor. Juga masyarakat dan stakeholder ,” jelas Yustinus.

Rencananya, 45% dari dana hasil initial public offering (IPO) akan dialokasikan perseroan untuk pengadaan bahan baku sapi hidup, baik lokal maupun impor. Sekitar 25% akan digunakan untuk pembelian barang dagangan berupa daging lokal maupun impor, serta produk olahan yang diproduksi, kemudian sisanya sebanyak 30% akan digunakan untuk investasi perluasan kandang, bangunan fasilitas produksi baru di Subang, dan bangunan untuk menambah kapasitas produksi di Salatiga. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pollux Investasi Internasional Tjiong Rina Setiawati mengatakan, dari aksi korporasi ini perseroan berharap meraih dana segar hingga sebesar Rp657,44 miliar.

”Sebesar 76,65% dari dana yang diraih itu untuk pengembangan usaha dan sisanya untuk pembayaran pinjaman pemegang saham dan modal kerja,” paparnya.

Heru febrianto