Edisi 11-01-2019
Lahir dari Keluarga Miskin, Dewasa Menjadi Kaya Raya


Nagavara Ramarao Narayana Murthy atau biasa di kenal Narayana Murthy merupakan salah satu pendiri Infosys. Lelaki dengan kekayaan bersih sekitar USD1,9 miliar itu sering disebut sebagai Bapak IT di India.

Di negara asal nya, dia sangat terkenal, bukan karena sering tayang di televisi, tapi karena karyakaryanya. Saat ini Narayana menjabat sebagai chairman emeritus di Infosys, per usa ha - an yang menyediakan jasa layanan kon - sultasi bisnis, teknologi in for ma si, dan outsourcing . Sejak pensiun dari Infosys, dia lebih banyak aktif di per usahaan kecilnya Catamaran Ven tu res. Selain itu, dia juga melakukan se ju ta aktivitas. Narayana merupakan direktur in - dependen HSBC, trustee Rhodes Trust, chairman Yayasan Ke se hat an Umum In dia, anggota Dewan Pe na si hat Asia Pa si fik Te le ko mu nikasi Inggris, ang gota Dewan Stra te gis untuk Cyril Amar chand Ma - nga ldas, dan ang gota Dewan Pen asihat Uni ver si tas Cor nell, INSEA, ESSEC, serta PBB.

Narayana juga merupakan co-chair man Forum Eko nomi Dunia (WEF) di Davos dan se be lum - nya men jabat di rek - tur di jajaran dewan DBS Bank, Unilever, ICICI, dan NDTV. Atas ca paiannya itu, dia men da pat - kan se jumlah per har ga an ber geng - si tingkat na sio nal, seperti Pad - ma Vib hushan (2008) dan Pad ma Shri. Dia mendapatkan gelar Sar jana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Nasional. Dia kemudian memperoleh gelar Master Teknologi dari Institut Teknologi India. Narayana menikah dengan Sudha Murthy dan memiliki satu anak laki-laki serta satu anak pe rempuan, yakni Rohan Murty dan Akshata Murthu. Terlahir di Sidlaghatta, Ko lar, Ke ra jaan Mysore (kini ber nama Kar na taka), Narayana berasal dari keluarga miskin.

Ayahnya merupakan seorang guru di sekolah setingkat SMA. Meski terbatas ke mam pu - an ekonomi, Na ra yana mam pu kuliah ke luar daerah ka rena dikenal sebagai salah sa tu mu rid paling cemerlang tan pa kursus. Sejak remaja, Narayana sudah ber keinginan kuat untuk kuliah di bidang teknik di Institut Tek no logi India. Dia lulus dengan nilai me mukau. Ke mu dian dia bekerja di Institut Mana je men India se ba gai kepala prog ram mer. Tugasnya me li puti pengelolaan sistem komputer time-sharing yang saat itu baru muncul di India. Dia juga merancang dan me ne rap kan program penerjemah bernama BASIC di Electronics Corporation of India Limited (ECIL).

Saat memasuki tahun 1970-an yang juga menjadi ta hun pertemuan dengan Sudha, dia me mulai kewira usa - haan pertamanya bernama Softronics, firma konsultan perangkat lunak. Keinginannya melamar Sudha ha - rus terganjal karena sang ayah Sudha memintanya memiliki pekerjaan ter - lebih dahulu. Setahun kemudian, per - usahaan rintisan Narayana gulung tikar. Atas peristiwa itu, dia terpaksa mencari pekerjaan baru dan ber ga bung dengan Patni Computer Sys tem di Pune sebagai manajer. Sejak saat itu dia mulai berani melamar Sudha dan diterima ayah nya de - ngan lapang dada.

Per ni kah an dilak sanakan tidak lama setelah itu. Na ra yana dan Sudha kemudian pergi ke Amerika Serikat (AS) un tuk menjalani pelatihan. Ke ha dir an Sudha mem bu ka pintu rezeki bagi Narayana yang kini menjadi miliarder.

Muh shamil