Edisi 11-01-2019
Sudah di Final


MANCHESTER – Tak perlu terkejut atau kaget dengan skor besar Manchester City saat mengalahkan Burton Albion pada leg pertama semifinal Piala Liga di Stadion Etihad.

Mau dari sisi manapun, kemenangan sembilan gol tuan rumah sebenarnya biasa saja karena lawan jauh di bawah mereka. Pasukan Pep Guardiola sepertinya ditakdirkan untuk melaju ke final sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu. Secara teori, kemenangan sembilan gol sudah membawa mereka ke final dan tinggal menunggu pemenangan antara Chelsea dan Tottenham Hotspur yang pada leg pertama dimenangkan Tottenham 1-0. Pertandingan leg kedua pada 23 Januari mendatang di Burton Upon Trent tak lebih dari sekadar seremoni.

Seandainya, Man City menurunkan pemain akademi mereka, peluang lolos tetap berada di kubu The Citizens . Karena itu, tak ada rasa kecewa, sedih, sesal, atau malu di kubu Burton. Pelatih Burton Nigel Clough mengatakan timnya memang berada di bawah level Man City. Dia juga tak menyesal timnya harus bertemu juara bertahan Liga Pri mer dan Piala Liga itu di semifinal. “Apakah saya ber harap kami tidak me lan jut - kan laga? Sama sekali tidak, kami telah membuat sejarah dengan capaian sejauh ini. Ini bukan ten - tang malam ini, ini tentang pencapaian me langkah ke sini (semifinal),” kata Clough Guardian .

Clough tetap senang apalagi timnya bisa meng hentikan Kevin de Bruyne dkk mencetak gol di angka sembilan. “Ka mi terus bermain sam pai akhir, saat mereka berteriak: ‘Kami ingin 10’. Kami meng hen ti - kan mereka, itu po sitif bagi kami,” kata pelatih berusia 52 tahun itu. Dari awal pe la - tih yang per nah bermain membela Man City dan Li ver pool itu mengetahui bakal menemui ke sulitan karena bertemu The Citizens . Pemainnya ju ga sudah mulai dihinggapi rasa takut dan khawatir saat mereka berhasil menga lahkan Middlesbrough di perempat final. Ketenangan Clough terasa saat dia masih sempat ber canda dengan mengatakan tak akan me nolak tawaran minum wine dari Guar diola.

“Pep bilang punya beberapa botol wine merah Spanyol yang bagus. Semoga lebih dari segelas karena mereka sering mencetak enam gol melawan tim Liga Primer,” kata Clough. Meski menang besar, Man City tak bisa sepenuhnya tenang. Liverpool se ti dak nya pernah merasakan bagaimana ke me nangan besar sebelum final, tak ber arti banyak di partai puncak. Sejarah itu terjadi pada Piala Liga 1986. The Reds men catatkan sejarah dengan keme nang an terbesar saat menghajar Fulham sepuluh gol tanpa balas di putaran kedua Piala Liga. Aktor utamanya adalah Steve Mc Ma - hon yang melesakkan empat gol seperti Gabriel Jesus.

Sayangnya, di partai final, mereka justru dikalahkan Arsenal 2-1 sekaligus menjadi gelar perdana The Gunners di ajang Piala Liga. “Saya ingin memberikan ucapan selamat pada Burton atas pencapaian mereka. Burton telah mengalahkan tim-tim dari Liga Primer dan pantas berada di sini,” tutur Guardiola. The Citizens mengalahkan Burton 9-0 melalui Gabriel Jesus yang mencetak em - pat gol, Kevin De Bruyne, Phil Foden, Oleksandr Zinchenko, Kyle Walker, dan Riyad Mahrez, yang masing-masing me lesakkan satu gol ke gawang Burton yang dikawal Bradley Collins.

“Sangat penting men coba meng ambil keuntungan, kami tidak berharap mencetak banyak, tetapi itu ba - gus. Itu sangat berarti bagi kami. Men ce - tak gol adalah cara terbaik menghormati kom petisi dan lawan,” kata Guardiola. Gabriel yang menjadi pemain terbaik pada pertandingan itu senang mencetak empat gol sekaligus men jadi yang pertama dalam kariernya. Em pat golnya sekaligus menjadi indikasi jika pemain asal Brasil itu siap kembali me ma naskan persaingan lini depan. “Saya tak pernah mencetak empat gol dalam karier saya. Saya ingin lebih banyak bermain untuk membantu tim dan keluar meraih kemenangan,” tuturnya.

Ma’ruf