Edisi 11-01-2019
Kembali Tersenyum


MADRID– Atmosfer positif kembali menyelimuti kamar ganti Real Madrid. Los Blancosakhirnya berhasil menyudahi masa suram dengan mengalahkan Leganes pada leg pertama babak 16 besar Copa del Rey.

Madrid mendapat sorotan karena mengawali periode 2019 dengan hasil mengecewa - kan. Setelah sukses menjuarai Piala Dunia Antarklub dan menikmati libur musim dingin, Nacho dkk ditahan Villarreal 2-2 yang diteruskan kekalahan 0-2 di Primera Liga. Rentetan hasil minim itu membuat Santiago Solari dan para pemain dihujani kritik. Bahkan, ada beberapa petinggi Madrid yang mendesak agar segera dilakukan pembenahan. Pasalnya, mereka tidak ingin Los Galacticossemakin tertinggal dalam perburuan gelar. Namun, ketegangan itu mulai berkurang setelah Madrid meraih kemenangan 3-0 saat menjamu Leganes di Santiago Bernabeu, Kamis (10/1).

Gol hasil penalti Sergio Ramos (44), Lucas Vazquez (68), dan Vinicius Junior (77) menjadi angin segar bagi fans. “Madrid selalu membutuhkan kemenangan dan harus se - lalu mencetak gol. Kami melakoni laga ini setelah menelan hasil memalukan. Jadi, sudah tentu kemenangan ini telah membebaskan kami (dari tekanan),” ucap Solari, dilansir Skysport. Kemenangan ini memang sangat dinanti Madrid. Karena, setelah melewati dua laga be - runtun tanpa hasil bagus, me - re ka perlu sesuatu untuk memulihkan kepercayaan diri dan motivasi agar bisa melewati periode sibuk dengan baik. Selepas bentrok Leganes, Madrid harus menjalani tiga laga dalam lima hari. Itu diawali menyambangi Real Betis, Senin (14/1), pada lanjutan Primera Liga.

Lalu, bertamu ke markas Leganes, Kamis (17/1), untuk mengikuti legkedua Copa del Rey, dan menjamu Sevilla, Sabtu (19/1), di kompetisi domestik. “Segala sesuatunya sempat tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Kami belum bisa meraih hasil yang bagus. Itu membuat kami sangat marah. Kami melepaskan semua itu di lapangan,” ucap Nacho. Itu sebabnya, Solari merasa lega dengan kemenangan ini. Pelatih interim Madrid itu memuji para pemain karena mampu meng - atasi tekanan dan kritik dengan performa bagus. Salah satu yang paling disanjungnya adalah Vinicius. Solari menilai Vinicius telah menciptakan sensasi bersama Madrid.

Meski baru berusia 18 tahun, penyerang asal Brasil itu menunjukkan kelayakannya berkarier di Santiago Bernabeu. Terbukti, selain mencetak satu gol, dia juga menyumbang satu assist kepada Vasquez. “Itu performa yang sangat bagus. Vinicius telah melaku - kan langkah yang besar. Dia memang punya bakat. Tapi, bisa mengembangkannya di Santiago Bernabeu yang dikelilingi pemain hebat menunjukkan bahwa kepercayaan dirinya cukup tinggi,” jelas Solari. Melihat kemampuan alumnus Real Madrid Castilla itu, Solari percaya Madrid tidak akan kekurangan pemain berkualitas.

Dia meyakini Vinicius akan menjadi aset penting di masa mendatang. “Dia masih berusia 18 tahun. Dalam sepak bola, Anda harus mengurus diri sendiri. Sangat penting baginya untuk terus berkembang. Kami sangat gembira dengan level permainannya saat ini. Dia sangat berani dan punya kemampuan individu untuk mengalahkan setiap lawan. Itu sangat penting dalam sepak bola modern,” tutur Solari. Bukan hanya Vinicius yang merasa gembira.

Laga kandang itu juga menjadi momen bersejarah bagi Brahim Diaz. Gelandang berusia 19 tahun yang baru saja dibeli dari Manchester City seharga 17 juta euro itu diberi kesempatan melakukan debut. Dia diturunkan pada menit ke-78 menggantikan Vinicius.

M mirza








Berita Lainnya...