Edisi 11-01-2019
Kalteng Putra Rekrut Eks Gelandang Bertahan Bali United


JAKARTA– Kalteng Putra terus menunjukkan agresivitasnya dalam bursa transfer pemain. Gagal mendapatkan jasa Sandi Sute, tim berjuluk Laskar Isen Mulangitu merekrut eks gelandang bertahan Bali United I Gede Sukadana.

Dia diproyeksikan menjadi pilar di lini tengah untuk mengarungi ketatnya Liga 1/2019. Kalteng Putra memang tidak main-main dalam mempersiapkan tim meng - hadapi debutnya di kompetisi tertinggi Indonesia Liga 1. Tim asal Kalimantan Tengah itu bertekad menembus dominasi tim-tim papan atas Indonesia dan bersaing dalam perebutan gelar juara. Sejauh ini Kalteng Putra telah mendapatkan tanda tangan 18 pemain. Separuh di antaranya merupakan skuad yang membawa tim promosi ke Liga 1. Perekrutan Sukadana tidak lepas dari statusnya sebagai pemain tanpa klub setelah dilepas Bali United.

Sebelum merekrut Gede Sukadana, tim kebanggaan Kota Palangkaraya itu sudah mengamankan jasa eks PSM Wasiat Abdullah dan mantan pemain Persebaya Ferinando Pahabol. Kalteng Putra sendiri akan mulai tantangan pertamanya saat menantang PSM Makassar pada babak 32 besar Piala Indonesia. Pertandingan ini bisa menjadi simulasi bagi Laskar Isen Mulangsebelum benar-benar berkompetisi di Liga 1. Pertemuan kedua tim ini bahkan menjadi sorotan bagi Wasyiat Hasbullah lantaran langsung menghadapi bekas timnya.

Dia sangat antusias dan siap memberikan penampilan terbaiknya sekaligus memberikan bukti pada PSM, tim yang telah membuangnya di akhir musim 2018. “Saya memiliki motivasi tinggi berhadapan dengan PSM. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk tim baru saya, Kalteng Putra,” ungkap Wasyiat. Membela JukuEjaselama kurang lebih tiga musim, membuat Wasyiat berat pergi saat didepak akhir 2018. Kecintaannya bersama tim kebanggaan warga Sulsel ini tak perlu dipertanyakan lagi. Namun, dia bertekad me ning - katkan kemampuannya di tim selain PSM. Nama Wasyiat mulai muncul pada 2016 lalu dan kian dikenal saat tampil meyakinkan selama semusim pada 2017 lalu.

Tapi, namanya meredup pada musim 2018 karena tidak mendapat jam terbang oleh tim kepelatihan. Musim lalu, Wasyiat hanya diberi kepercayaan lima laga dengan empat kali sebagai starter sehingga pemain berusia 24 tahun itu hanya mampu memiliki 330 menit bermain. “Kalteng Putra itu cukup kuat, buktinya mereka lolos ke Liga 1. Belum lagi dihuni sejumlah pemain berkualitas serta tim promosi pasti memiliki motivasi berlebih,” kata Asisten pelatih PSM, Syamsuddin Batola.

Muhaimin