Edisi 11-01-2019
Keperkasaan Greek Freak


HOUSTON – Giannis Antetokounmpo terus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu calon terkuat peraih Most Valuable Players (pemain terbaik) NBA musim ini.

Itu ditunjukkannya seusai mengalahkan Houston Rockets 116-109 di Toyota Center, kemarin. Bintang Bucks itu kembali menjadi pahlawan timnya setelah menciptakan double-doubledengan 27 poin dan 21 rebound atau menjadi tertinggi pada musim ini. Hebatnya, dia berhasil menggagalkan kinerja 42 poin dari bintang Rockets James Harden yang merupakan pemain terbaik NBA musim lalu. Keberhasilan itu sekaligus membuat dirinya digadang-gadang sebagai calon terkuat peraih MVP musim ini. Meski begitu, Greek Freak—julukan Antetokounmpo— tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Dia mengaku senang bisa mengalahkan Rockets di depan pendukung lawannya.

“Yang saya pedulikan adalah tim meraih kemenangan. Saya tahu dengan menang dan melakukan apa pun untuk membantu rekan tim, otomatis akan menda - patkan semua - nya,” kata Ante to - kounmpo dilansir - sportyahoo. Bukan hanya itu, Anteto koun m - po juga membawa timnya kembali ke puncak klasemen sementara Wila yah Timur. Kemenangan Bucks sekaligus membuat mereka men - cetak rekor menang-kalah 29-11. Sebelumnya, posisi itu sempat di - ambil Toronto Raptos (31-12) se - telah menang tipis atas Atlanta Hawks 104-101 pada hari sebelumnya. Meski begitu, Bucks juga harus berterima kasih kepada rekan-rekan lainnya. Selain Antetokounmpo, Malcolm Brogdon juga tampil gemilang pada pertandingan ini.

Dia mencetak 24 poin untuk membantu rekannya merebut kemenangan tandang ke-10. Begitu juga dengan Khris Middleton dan Eric Bledsoe menyumbang masingmasing 15 dan 10 poin. Sedangkan dua pemain cadangan Sterling Brown dan Ersan Ilyasova menambahkan 13 dan 10 poin. Di pihak Rockets, Harden sebenarnya juga terus menunjukkan kebintangannya sebagai pemain terbaik NBA 2018. Pebasket berusia 29 tahun itu mencetak - double-double 42 poin dan 11 rebound. Itu merupakan keenam kalinya Harden mencetak 40 poin dalam delapan pertandingan terakhir dan mencetak 30 poin atau lebih dalam 14 pertandingan secara berturut-turut, yang merupakan rentetan terpanjang sejak Tracy McGrady pada 2003.

Namun, catatan gemilangnya itu dibarengi dengan melakukan Sembilan kali kesalahan berbuah serangan balik (turnover) dari Bucks untuk menambah poin di laga itu. Padahal rekan-rekannya, seperti Clint Capela (18 poin, 13 rebound), Gerald Green (16 poin), dan Austin Rivers (13 poin), juga membantunya mengumpulkan angka. Sayang, usahanya itu menjadi sia-sia untuk menghindarkan timnya dari keka lahan keenam dari 20 pertandingan di depan pendu - kungnya sendiri.

“Kami baru saja terdiam dan bertahan. Saya pikir kami mengizinkan 38 poin dalam kuarter ketiga, terlalu banyak kehilangan bola, terutama di kandang sendiri dan itulah yang terjadi. Kami tidak bisa keluar dalam transisi. Kami tidak bisa mencapai tempat yang ingin kami tuju karena kami tidak bisa berhenti,” ungkapnya.

Raikhul amar




Berita Lainnya...