Edisi 11-01-2019
Mencari Mesin Gol


JAKARTA – Lini depan kembali menjadi salah satu prioritas pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri.

Mencari sosok striker yang mampu memaksimalkan peluang memang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum tampil di Piala AFF U-22 Kamboja. Penyelesaian akhir memang menjadi masalah timnas Indonesia pada semua level. Se jumlah striker lokal maupun naturalisasi tidak mampu men jadi jawaban atas tum pul - nya lini serang skuad Garuda. Sejak era Bambang Pamung - kas berakhir, hingga saat ini be lum ada pemain yang kon - sisten menyumbang gol bagi timnas. Tengok saja pada Asian Games 2018 lalu, dari 13 gol yang dicetak timnas Indonesia U-23, hanya tiga yang berasal dari striker murni, yakni Alberto Goncalves.

Sisanya berasal dari lini kedua maupun pemain bertahan. Pada level U-19, kontribusi gol striker murni juga sangat minim. Pada putaran final Piala AFC U-19 di Jakarta, pe - nyerang skuad Garuda Nusan - taraMuhammad Rafli Mursa - lim dan Hanis Saghara gagal menyumbang gol. Sebaliknya, torehan sembilan gol berasal dari barisan gelan dang maupun pemain bertahan. Untuk mencari sosok striker haus gol, Indra memanggil lima orang penyerang da - lam training centredi Jakarta. Mereka adalah Beni Oktavian - syah, Dimas Drajad, Septian Sa tria Bagaskara, Marinus Wa - newar, dan Ezra Walian. Dua nama terakhir cukup familier lantar an pernah memperkuat tim nas U-23 pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur yang dia - suh pelatih Luis Milla Aspas.

Indra sempat mewacanakan mendatangkan pelatih khusus striker. Hal ini dilakukan untuk memastikan jika barisan penyerang yang dibawa ke Piala AFF, kualifikasi Piala AFC, maupun SEA Games 2019 benar-benar bisa menjadi mesin gol. Selain itu, dalam training centre yang sudah memasuki hari keempat, Indra sengaja membagi 33 pemain dalam dua kelompok dengan karakter menyerang dan bertahan. Dia mengatakan latihan ini diterapkan untuk melihat gambaran permainan jika menggunakan strategi ofensif maupun defensif.

“Tim pelatih ingin melihat kapasitas pemain dalam menyerang. Penyelesaian akhir sangat penting karena ini yang menjadi masalah timnas selama ini,” ucapnya. Meski belum mendapatkan gambaran sosok striker yang layak dipertahankan, Indra mengaku optimistis dengan perkembangan pemain sela - ma training centre. Dia bahkan memberikan pujian kepada sejumlah wajah baru yang dinilai tampil melebihi ekspek ta - si tim pelatih. Menu rutnya, pa ra pemain yang di pang - gilnya layak mewakili In do - nesia di kancah internasional. Sejumlah muka baru yang dipanggil menjalani seleksi seperti Septian Satria yang notabene merupakan top skor Liga 3, lalu ada Dallen Doke Ramadhan, Sani Riski Fauzi, Hilman Syah, dan Yoga Pratama.

“Saya tidak melihat bagaimana perkembangan pemain karena hal itu tidak mungkin terlihat dalam tiga hari. Namun, saya melihat potensi yang mereka miliki. Potensi mereka membuat saya senang dan mereka membuktikan bahwa kami tidak salah me - manggil mereka memperkuat tim nasional,” ujarnya.

Abriandi

Berita Lainnya...